Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Soroti PAD RS dr Soekardjo

photo author
D Kamil, Media Priangan
- Kamis, 21 April 2022 | 22:42 WIB

Mediapriangan.com - Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya melakukan study banding ke RSUD Kulonprogo dan RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, terkait dengan pengelolaan manajemen di dua rumah sakit tersebut. 

Alasan kedua dua rumah sakit itu menjadi target study banding, karena ada kesamaan kondisi yang dihadapi oleh dua rumah sakit tersebut dengan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, sebelum keduanya sehat seperti saat ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasik, Dede Muharam menyebutkan, hasil dari kunjungan baik ke RSUD di Kulonprogo maupun di Garut, setidaknya ada dua hal mendasar yang menjadi catatan komisi. 

Yang pertama, di RSUD Kulonprogo ini jumlah tempat tidur pasiennya hanya 245 bed, tetapi bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 85 Miliar per tahun.

Kemudian di RSUD dr Slamet Garut, ketersediaan tempat tidurnya tidak jauh berbeda dengan RSUD dr Soekardjo, namun mampu menyumbang PAD sebesar Rp 195 Miliar per tahun.

Sedangkan RSUD dr Soekardjo dengan jumlah 600 tempat tidur, hanya mampu menghasilkan PAD Rp 104 Miliar.

"Artinya antara pendapatan RSUD dr Slamet Garut dan RSUD dr Soekardjo dengan tipe RS yang sama, ada selisih pendapatan yang cukup jauh hingga Rp 90 Miliar. Padahal cakupan layanan pasien RSUD dr Soekardjo lebih luas dibanding dua rumah sakit yang kita kunjungi baru-baru ini," ungkap Poitisi Partai Keadilan Sejahtera, Kamis (20/4/2022).

Dia menyebutkan, perlu komitmen serius dari Direksi RSUD dr Soekardjo yang baru, untuk menata sistem manajemen rumah sakit lebih baik lagi. 

"Seorang direktur itu harus memiliki jiwa entrepreneur, sehingga ia mampu berpikir, menggali potensi untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit," ujar dia.

Dede menambahkan, baik RS di Kulonprogo atau Garut, sebelum menerapkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) secara menyeluruh, kondisinya sama persis dengan yang dialami RSUD dr Soekardjo saat ini. 

Namun terang dia, setelah SIM RS ini dijalankan sesuai dengan prosedur standar, hasilnya justru positif. Pendapatan rumah sakit mengalami peningkatan cukup signifikan.

"Kuncinya, kalau Direksi RSUD dr Soekardjo saat ini berkomitmen memperbaiki sistem informasi manajemen, kita yakin RSUD dr Soekardjo kedepan bisa lebih baik," tambahnya.

Intinya tambah dia, perlu komitmen yang kuat untuk memperbaiki manajemen rumah sakit.

"Dua RS yang kita kunjungi, nyatanya mampu bangkit dari kondisi sulit, bahkan sekarang mengalami kemajuan yang membanggakan," tuturnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X