DPRD Jawa Barat Dukung Langkah Pemerintah Antisipasi Penyebaran Hepatitis

photo author
Didit Fauzi, Media Priangan
- Selasa, 10 Mei 2022 | 10:56 WIB

Mediapriangan.com - Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO  pada tanggal 15 April 2022, jumlah laporan terus bertambah. Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara.

Menghadapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rumah sakit, laboratorium kesehatan daerah, serta dinas kesehatan 27 kabupaten/kota mengantisipasi kemunculan penyakit hepatitis akut misterius yang telah dinyatakan WHO sebagai kasus luar biasa. 

Jawa Barat sendiri tetap waspada meskipun belum menemukan kasus seperti di DKI Jakarta, yang telah ditemukan tiga kasus suspek hepatitis akut. 

Upaya  Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hepatitis mendapat dukungan dari Komisi V DPRD Jawa Barat.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinkes Provinsi Jabar dan menyatakan Komisi V harus mendukung aksi Dinkes.

“Saya menyarankan agar langkah-langkah Dinkes Provinsi segera ditindak lanjuti oleh Dinas Kesehatan di tingkat kota dan kabupaten,” ujar Iwan Suryawan, Senin (09/05/2022).

Menurutnya, langkah-langkah preventif yang dimulai dengan edukasi tentang penyakit hepatitis ini harus segera dilakukan.

“Penerapan protokol kesehatan harus terus dipantau secara intensif. Mengingat pencegahan penyakit hepatitis ini bisa dilakukan dengan rutin mencuci tangan, menghindarkan diri kontak dengan orang sakit serta menjaga jarak dengan orang lain” paparnya.

Iwan Suryawan berharap langkah yang dilakukan oleh Dinkes bisa menekan penyebaran hepatitis misterius ini.

“Tentunya munculnya penyakit Hepatitis misterius ini di luar dugaan kita. Kedepannya, kita fokus untuk dukung Dinkes dan para tenaga medis agar bisa optimal dengan semua langkah-langkah preventifnya. Termasuk tentang anggaran yang dibutuhkan, menjadi hal yang harus kita dukung,” ungkapnya.

Hal ini diyakini Iwan bisa bantu mencegah kemungkinan terburuk yang bisa ditimbulkan oleh penyakit hepatitis misterius ini.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan sejauh ini di Jabar belum terlaporkan penyakit tersebut. "Di daerah belum banyak terpantau karena kasusnya memang ada di dunia, di Jakarta ada dan di Jabar belum terpantau laporan yang signifikan," tuturnya.

Namun demikian, Jabar akan tetap waspada dan mengedukasi warga khususnya orang tua yang memiliki anak-anak agar membiasakan aktivitas sehat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 

Seperti sering mencuci tangan, meminum air  dan makanan yang matang dan bersih,  menggunakan alat makan masing-masing, memakai masker, dan menjaga jarak.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Didit Fauzi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X