Dirikan Sekolah Jurnalisme Indonesia, Mendikbudristek Nadiem Makarim Ajak Berlomba Melawan AI

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 6 Februari 2024 | 19:44 WIB
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarimsaat meresmikan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Kelas Muda Angkatan pertama pada Selasa, 5 Februari 2024.  (Istimewa)
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarimsaat meresmikan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Kelas Muda Angkatan pertama pada Selasa, 5 Februari 2024. (Istimewa)

 

 

Mediapriangan.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menggarisbawahi persaingan sengit antara dunia jurnalisme dengan Kecerdasan Buatan (AI).

Bagi Nadiem, meskipun teknologi terus berkembang, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan standar jurnalisme di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem saat meresmikan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Kelas Muda Angkatan pertama, di Sekretariat PWI Jawa Barat, Kota Bandung pada Selasa, 5 Februari 2024.

Baca Juga: 7 Manfaat Signifikan dari PMM Merdeka Belajar, Bisa Membuat Suasana Kelas Menjadi Makin Menyenangkan

"Perkembangan teknologi telah mengubah lanskap jurnalisme secara menyeluruh. Ini situasi yang mengganggu. Namun, kita tidak boleh mengorbankan kualitas jurnalisme," ungkap Nadiem.

Nadiem menekankan pentingnya para wartawan untuk menjaga kualitas jurnalisme di tengah arus informasi yang terus berubah.

"Saat ini kita harus bersaing dengan AI. Kita harus mempertahankan integritas, berpikir kritis, dan menulis dengan kejujuran hati, karena hal itu tidak dapat ditemukan dalam mesin kecerdasan buatan," tambahnya.

Baca Juga: Peran Inovatif Platform Merdeka Mengajar dalam Transformasi Kurikulum Merdeka, Apa Saja Fitur-fitur PMM?

Dia juga mengungkapkan kebingungannya saat membaca beberapa publikasi daring yang mengasumsikan dia telah mengikuti berbagai isu tertentu, padahal sebenarnya dia baru saja mengetahuinya.

Menurutnya, publikasi seperti The Economist memberikan contoh yang baik dalam penyajian berita.

"Setiap orang dan topik dijelaskan dengan baik, bahkan tokoh terkenal pun diidentifikasi. Seolah-olah pembaca awam tidak memiliki pengetahuan sebelumnya. Standar jurnalisme semacam ini harus ditegakkan, sehingga tingkat literasi masyarakat dapat meningkat," tambahnya.

Baca Juga: Galih Sulistyaningra Menjadi Figur Inspirasi, Guru SD yang Lulusan S2 Dari University College London Inggris

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X