Darurat PMK di Kabupaten Tasikmalaya, 36 Sapi Mati dari 470 Ternak yang Terinfeksi, Tasik Selatan Jadi Zona Terparah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 7 Januari 2025 | 13:24 WIB
Sapi yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan mati ditemukan di Desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah, pada Desember 2024 lalu.   (D. Farhan Kamil)
Sapi yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan mati ditemukan di Desa Cikawungading Kecamatan Cipatujah, pada Desember 2024 lalu. (D. Farhan Kamil)

Upaya yang dilakukan oleh dinas sebagai upaya mencegah penyebaran PMK, menjelang perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. Jangan sampai menjadi permasalahan kedepannya.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Asep menambahkan, untuk pencegahan di masyarakat dan peternak, bisa melakukan sanitasi kebersihan kandang, memberikan vitamin bagi hewan ternak, seperti obat tradisional telur, kunyit dan lainnya agar daya tahan tubuh hewan ternak kuat.

Adapun ketika ada hewan ternak yang terindikasi terserang PMK, tambah dia, dapat diisolasi dipisahkan, dikandang lainnya.

Baca Juga: Kekecewaan Shin Jae-won terhadap Pemecatan STY, Intip Fakta dan Kontroversi Ketum PSSI Sebelum Erick Thohir

Jadi dalam penanganan PMK ini harus ekstra semua jangan parsial, masyarakat dan peternak harus mengetahui dan memahami cara pencegahan dan penanganannya.

“Jangan panik, masyarakat atau peternak bisa melakukan upaya pertama dengan memberikan pengobatan secara tradisional. Yang jelas bisa melihat gejala yang paling menonjol pada hewan ternak, seperti keluar lendir dari mulut dan nafsu makan berkurang pada hewan ternak tersebut,” paparnya.(D. Farhan Kamil)***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X