Mediapriangan.com - Penugasan personel TNI untuk menjaga kantor-kantor kejaksaan di berbagai wilayah Indonesia menuai sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Namun pihak Istana menanggapi hal tersebut secara lugas, menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan hal yang lumrah dalam kerja sama antar lembaga negara.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, saat ditemui di Jakarta Pusat pada Sabtu, 17 Mei 2025.
“Ini bukan sesuatu yang luar biasa. Lembaga negara itu bisa melakukan kerja sama satu sama lain, termasuk melalui MoU (nota kesepahaman),” ujar Hasan.
Hasan juga menjelaskan bahwa di internal Kejaksaan RI sendiri terdapat unsur militer, yaitu Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Militer (Jampidmil), yang memungkinkan adanya kerja sama lebih lanjut dengan TNI.
Maka dari itu, keberadaan personel militer di lingkungan kejaksaan dianggap wajar sebagai bagian dari pengamanan.
Ia juga menepis anggapan bahwa penugasan TNI dilakukan dalam kondisi genting atau darurat.
“Ini bukan soal TNI turun bersenjata karena demo atau kondisi krisis. Ini hanya bagian dari MoU pengamanan yang memang sudah ada, dan ini hal biasa,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) juga memberikan klarifikasi.
Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Dana PIP Kabupaten Tasikmalaya Terus Diusut, Kejaksaan Temukan 300 Sekolah
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Harli Siregar, menjelaskan bahwa bantuan TNI hanya bersifat pengamanan fisik terhadap aset dan gedung-gedung kejaksaan.
Artikel Terkait
Update Skandal Korupsi Iklan bank bjb, KPK Sebut Anggaran Rp406 Miliar, Tapi Hanya Rp100 M yang Direalisasikan!
Kejagung Bongkar Skandal Suap Tiga Hakim PN Jakpus, Vonis Lepas Kasus Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng Terungkap!
Peran Ketua PN Jaksel Diduga Pakai Jabatan Untuk Atur Vonis Lepas Terdakwa di Skandal Suap Korupsi Ekspor CPO
Mahkamah Agung Akui Prihatin, Berhentikan Sementara Hakim Tersangka Suap Kasus Korupsi CPO, Ini Dampaknya!
Kejagung Ungkap Kronologi Dugaan Suap Tim Legal PT Wilmar demi Vonis Lepas Kasus Korupsi CPO di PN Jakarta
Terungkap di Sidang Tipikor! Mbak Ita Diduga Perintahkan Camat Buang HP untuk Hilangkan Bukti Korupsi
Sidang Korupsi Mbak Ita, Eks Camat Ngaku Dilarang Hadiri Panggilan KPK, Diminta Tenang karena 'Sudah Dikondisikan'
Terungkap di Sidang! Mbak Ita dan Suami Diduga Perintahkan Hapus Bukti Transfer demi Hilangkan Jejak Korupsi
Sidang Kasus Mbak Ita Memanas! Saksi Ungkap Dugaan Aliran Uang ke TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam Skandal Korupsi
KPK Sambut Dukungan Prabowo soal RUU Perampasan Aset: Harapan Baru Berantas Korupsi, Jangan Cuma Jadi Wacana!