Dedi Mulyadi Disorot Usai Balas Protes Pekerja Tambang Gunung Kuda, Bapak Nangis, Tapi Ada yang Kehilangan Nyawa!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 3 Juni 2025 | 15:55 WIB
Dedi Mulyadi menanggapi protes pekerja tambang Gunung Kuda Cirebon usai izin dicabut pasca longsor yang menewaskan belasan orang.   (YouTube.com / KDM Channel)
Dedi Mulyadi menanggapi protes pekerja tambang Gunung Kuda Cirebon usai izin dicabut pasca longsor yang menewaskan belasan orang. (YouTube.com / KDM Channel)

“Untuk makan (sehari-hari), Pak,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dedi menjelaskan bahwa upah yang diterima dari tambang tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung.

Baca Juga: Detik-detik Korban Longsor Gunung Kuda Selamat Usai Tertimbun 30 Menit, ‘Saya Masih Hidup, Tolong Bantu Saya!’

“Iya, buat makan. Tapi kalau meninggal mau apa? Kan kuli dapatnya berapa pertambangan. Kan saya dulu, udah nanya satu-satu, Rp100 ribu, Rp150 ribu,” tutur Dedi.

Tragedi longsor di lokasi Galian C tersebut hingga kini masih menyisakan duka. Dari total korban, tim SAR Gabungan telah menemukan 19 orang meninggal dunia dan masih melakukan pencarian terhadap enam orang lainnya.

Sebagai langkah tegas, Pemprov Jawa Barat mencabut izin usaha pertambangan dari Koperasi Pondok Pesantren Al Azhariyah serta pengelola tambang lainnya yang beroperasi di kawasan Gunung Kuda.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X