Mediapriangan.com - Update Longsor Cilacap memasuki hari ketiga dengan fokus utama pada Proses Pencarian korban di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan sejumlah instansi terus menyisir lokasi bencana sejak pagi hingga sore hari.
Direktur Operasional Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa sampai Sabtu, 15 November 2025, delapan survivor kembali ditemukan dalam operasi terakhir.
“Sehingga, sampai dengan hari ketiga dari 23 yang kita nyatakan dalam pencarian, telah berhasil kita evakuasi sejumlah 11 orang, sehingga kita masih punya beban 12 lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Cilacap.
Baca Juga: Update Bencana Longsor di Cilacap, 16 Rumah Tertimbun, 21 Warga Hilang dan Pencarian Terus Diperluas
Dalam rangkaian Update Longsor Cilacap, pemerintah daerah dan BNPB juga mulai menyiapkan langkah relokasi. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menegaskan bahwa koordinasi lintas lembaga tengah dipercepat untuk memastikan Relokasi Korban berjalan aman dan terarah.
“Korban-korban nanti akan direlokasi, untuk Pemda menyiapkan lahannya, BNPB menyiapkan huntaranya atau hunian sementara,” katanya.
“Jadi, hunian sementara itu nanti bisa dipakai tinggal kurang lebih selama 2 tahun, kemudian di tahun pertama, pihak Pemkab Cilacap bisa mengajukan ke BNPB huntap atau hunian tetap,” lanjutnya.
Baca Juga: KSB Cipatujah Tanamkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini di PAUD Ash Shobirin
Bergas menyebut para penyintas akan menempati fasilitas hunian seperti rumah tumbuh. “Huniannya besar dan sangat-sangat manusiawi,” imbuhnya.
Relokasi Korban menjadi bagian penting dalam agenda penanganan dampak bencana jangka menengah.
Sebagai tindak lanjut dari Update Longsor Cilacap, upaya Modifikasi Cuaca dijadwalkan mulai dilakukan pada Minggu, 16 November 2025.
Pesawat pendukung berangkat dari Halim Perdanakusuma menuju Bandung sebelum memulai operasi penyemaian awan.
Artikel Terkait
Agus Salim Tagih Janji Denny Sumargo Setelah Uang Donasi untuk Pengobatannya Dialihkan ke Korban Bencana NTT
Istana Bantah Isu Pemangkasan 50 Persen Anggaran BMKG, Sebut Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas Layanan Publik
Kondisi Asuransi Umum di Indonesia Kian Terpuruk, Rugi Triliunan karena Dampak Bencana dan Tekanan Global
Bencana Hidrometeorologi Terjang Kabupaten Tasikmalaya, Banjir, Longsor dan Rumah Roboh
BNPB Catat 27 Bencana 29-30 September 2025, dari Banjir, Longsor, Kekeringan hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
Diterjang Banjir dan Longsor, 1.800 Warga Sukabumi Mengungsi: BPBD Sebut Bencana Terbesar Tahun Ini