“Diharapkan modifikasi cuaca sudah dimulai, makanya saya tadi berani menyampaikan kita bisa bekerja maksimal mulai pagi hari pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB,” ujar Bergas.
Langkah ini diharapkan membantu Proses Pencarian agar bisa mencapai target pada hari ini.
Di tengah upaya Proses Pencarian, cuaca hujan sering menjadi tantangan besar. Pencarian sebelumnya harus dihentikan lebih awal karena kondisi tanah yang labil dan membahayakan.
“Kondisi di lapangan terutama daerah yang terdampak, itu kan tanah longsoran. Tentunya memang harus hati-hati dalam penanganan,” tutur Bergas.
Baca Juga: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Ingatkan Warga soal Ancaman Longsor dan Banjir Saat Apel Siaga Bencana
“Perubahan cuaca tentu akan ada bahaya. Maka biasanya itu dihentikan dulu. Tanahnya juga jadi lembek. Situasinya di lapangan begitu,” jelasnya.
Penanganan Update Longsor Cilacap juga mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.
Deputi Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan instruksi khusus sejak hari pertama.
“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka dan memberi perhatian yang besar pada bencana ini. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” ujarnya.***
Artikel Terkait
Agus Salim Tagih Janji Denny Sumargo Setelah Uang Donasi untuk Pengobatannya Dialihkan ke Korban Bencana NTT
Istana Bantah Isu Pemangkasan 50 Persen Anggaran BMKG, Sebut Mitigasi Bencana Tetap Jadi Prioritas Layanan Publik
Kondisi Asuransi Umum di Indonesia Kian Terpuruk, Rugi Triliunan karena Dampak Bencana dan Tekanan Global
Bencana Hidrometeorologi Terjang Kabupaten Tasikmalaya, Banjir, Longsor dan Rumah Roboh
BNPB Catat 27 Bencana 29-30 September 2025, dari Banjir, Longsor, Kekeringan hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
Diterjang Banjir dan Longsor, 1.800 Warga Sukabumi Mengungsi: BPBD Sebut Bencana Terbesar Tahun Ini