Mediapriangan.com - Upaya panjang mencari pendaki hilang di Gunung Slamet akhirnya membuahkan hasil. Syafiq Ridhan Ali Razan, pelajar asal Magelang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ke-17 pencarian, Rabu, 14 Januari 2026.
Kabar penemuan Syafiq Ridhan Ali Razan sekaligus menandai berakhirnya pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet yang melibatkan relawan dari berbagai daerah. Lokasi penemuan berada di lereng puncak selatan, area yang selama ini menjadi fokus pencarian.
Informasi penemuan pendaki hilang tersebut pertama kali disampaikan melalui akun Instagram @slametviabambangan. Dalam unggahan itu dijelaskan kondisi Syafiq Ridhan Ali Razan saat ditemukan di Gunung Slamet.
Baca Juga: Awan Panas Guguran Gunung Semeru Meningkat, Ranu Kumbolo Tetap Aman di Tengah Status Tanggap Darurat
“Alhamdulillah survivor atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di daerah lereng puncak sebelah selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden,” tulis keterangan unggahan tersebut.
“Saat ini masih dalam proses evakuasi,” lanjutnya.
Dalam rekaman video yang beredar, terdengar ungkapan syukur dari tim pencari setelah memastikan keberadaan pendaki hilang di Gunung Slamet. Koordinasi melalui alat komunikasi terus dilakukan untuk mempercepat evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan.
“Alhamdulillah Ya Allah, Alhamdulillah,” teriak para tim pencari.
Pencarian pendaki hilang ini awalnya dilakukan melalui operasi SAR gabungan. Namun, operasi resmi di Gunung Slamet ditutup pada 7 Januari 2026 setelah perpanjangan dua hari tidak membuahkan hasil.
Meski demikian, relawan tetap melanjutkan pencarian secara mandiri dengan berkoordinasi bersama basecamp.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Syafiq Ridhan Ali Razan, yang selama ini dinyatakan sebagai pendaki hilang di Gunung Slamet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Syafiq Ridhan Ali Razan mendaki Gunung Slamet melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran.
Baca Juga: Pendaki Gunung Bawakaraeng Tewas karena Hipotermia saat Peringatan HUT RI ke-80 di Gowa Sulsel
Artikel Terkait
Detik-detik Evakuasi Juliana Marins dari Jurang Rinjani, Jenazah Ditemukan di Kedalaman 600 Meter
Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins di Jurang Rinjani Dilanjutkan Pagi Ini, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Terberat
Agam Rinjani Ungkap Detik-Detik Evakuasi Juliana Marins, Menginap di Tebing Curam Bareng Jenazah Pendaki Brasil
Dibantu Kedubes Brasil, Keluarga Juliana Marins Apresiasi Upaya Basarnas Evakuasi di Jurang Gunung Rinjani
Insiden Juliana Marins di Rinjani, Menhut Bakal Evaluasi SOP Pendakian: Akan Ada Gelang RFID dan Posko Lebih Rapat
Agam Rinjani Ungkap Detik-detik Tragis Juliana Marins Jatuh, Jenazah Patah Kaki dan Kepala Retak di Jurang Rinjani
Evaluasi SOP Pendakian Gunung, Menhut Gaet Agam Rinjani dan Tyo Survival: Wajib Persiapan dan Gelang RFID
Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani dan Dievakuasi Lewat Udara, Basarnas Lakukan Aksi Penyelamatan Dramatis