Ruang kelas, masjid sekolah, hingga kantor guru dilaporkan ikut terendam akibat banjir Karawang.
"Masjid dan ruangan guru terendam, hanya tersisa atapnya saja yang terlihat," ungkap seorang warga dalam video tersebut.
Warga tersebut juga menggambarkan ketinggian air di area sekolah dengan membandingkannya pada tiang net lapangan voli yang nyaris seluruhnya tertutup air.
"Itu juga ada tiang net lapangan voli, hanya tersisa segitu, tinggal bayangkan saja kedalamannya," tandasnya.
Baca Juga: Sorotan Kasus Pandji Pragiwaksono, Arie Kriting Tegaskan Batas Komedi soal Penistaan Agama
Melihat kondisi banjir Karawang yang terus berulang dan ketinggian air yang dinilai membahayakan, sejumlah warganet menyampaikan imbauan agar warga Desa Karangligar mempertimbangkan relokasi ke wilayah yang lebih aman.
"Ini memang harus relokasi, semoga ada jalan ke luar dapat rumah di tempat yang tidak banjir," tulis akun @yuliariana.
"Harus relokasi, hal itu karena lokasi dan permukaan tanahnya terlalu bawah," ungkap akun @kuzznad.***
Artikel Terkait
Galang Sinergitas, Pemkot dan Kejaksaan Kota Tasikmalaya Perkuat Kolaborasi Lewat Ngopi Babarengan
Peran TNI dalam Pencegahan Terorisme Harus Profesional, Terbatas, dan Akuntabel
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Seri Bandung, Ujian Berat Menanti Megawati Hangestri dan Jakarta Pertamina Enduro
Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK, Diperiksa 1x24 Jam di Polres Kudus dan Langsung Dibawa ke Semarang
Pendaki Diduga Hilang di Bukit Mongkrang Tawangmangu, Operasi Pencarian BPBD Hari Pertama Terkendala Cuaca
Arip Rachman Temukan Irigasi Tak Optimal dan Minim PJU di Sukarame Tasikmalaya