Pascabanjir penakir, trauma masih membayangi kehidupan warga Desa Penakir. Pemilik akun tersebut mengaku rasa takut muncul setiap kali hujan deras turun di wilayah Pemalang.
“Trauma itu nyata!! Masih teringat jelas teriakan-teriakan pada malam itu di telinga, Keluargaku dan tetangga-tetanggaku berlarian menyelamatkan diri dari banjir yang begitu besar, hujan dan angin yang begitu kencang Ya Allah,” ungkapnya.
Baca Juga: Puluhan Warga Antusias Donor Darah di RSUD KHZ Musthafa, 86 Kantong Darah Terkumpul
“Sekarang, mendengar hujan lebat atau melihat keadaan di desa benar-benar tidak mau, takut, takut terjadi banjir seperti yang sudah terjadi. Setrauma itu Ya Allah,” tukasnya.
Sementara itu, data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat dampak banjir penakir di Pemalang cukup signifikan. Sebanyak delapan unit rumah hanyut, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang akibat bencana tersebut.
Selain itu, sekitar 252 kepala keluarga atau 911 jiwa di Desa Penakir tercatat terdampak langsung. Pemerintah Kabupaten Pemalang pun menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.***
Artikel Terkait
Sinopsis Kafir Gerbang Sukma, Film Horor Indonesia yang Kembali Membuka Kutukan Keluarga, Khusus Dewasa!
Sinopsis Kuyank, Film Horor Indonesia Berlatar Saranjana dengan Tragedi Cinta Terlarang, Ini Daftar Pemerannya
OJK Tasikmalaya Perkuat Digitalisasi Sektor Jasa Keuangan untuk Dongkrak Literasi Keuangan Priangan Timur
Guru SMK Paniis Nilai Pendidikan Demokrasi Jadi Modal Penting Pemilih Pemula
DPRD Jawa Barat Dorong Desa di Kabupaten Tasikmalaya Optimalkan Usulan SIPD 2026, Fokus Irigasi Tersier
Terjepit di Papan Bawah Proliga 2026, Jakarta Livin Mandiri Datangkan Weronika Szlagowska dari Polandia