Dalam penjelasannya, Nadiem Makarim kembali menegaskan bahwa harga pengadaan laptop di e-katalog tidak berada dalam kendali menteri.
"Sekarang mohon ditanya siapa yang bertanggung jawab terhadap harga di e-katalog, apakah menteri, sudah jelas tidak," jelasnya.
"Kewenangan dari direktur saja di bawah empat level di bawah saya saja tidak bisa menentukan itu, apalagi menteri," tambahnya.
Meski demikian, Nadiem Makarim tidak menampik bahwa kebijakan pengadaan laptop berbasis Chromebook diarahkan untuk mendukung satu ekosistem teknologi tertentu.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kajian teknis yang dilakukan jajarannya, bukan bentuk intervensi pribadi dalam pengadaan laptop melalui e-katalog.
Ia menilai, pembuktian terkait mekanisme Chromebook via E-Katalog, peran LKPP, serta struktur kewenangan pengadaan laptop akan menjadi faktor krusial dalam menentukan nasib hukumnya.
"Itu merupakan suatu hal yang mungkin akan menjadi kunci daripada kasus saya, dan insyaallah saya akan bebas saat ini dibuktikan," tandasnya.***
Artikel Terkait
Pakai Rompi Pink dan Borgol, Nadiem Makarim Ditahan Kasus Korupsi Chromebook, Kerugian Negara Capai Rp1,98 Triliun
Heboh! KPK Pastikan Kasus Google Cloud Nadiem Makarim Jalan Terus, Siap Sinergi dengan Kejagung Soal Chromebook
Kasus Chromebook Rp1,98 Triliun, Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka, Ibunda Atika Algadri Tak Kuasa Menahan Tangis
Praperadilan Nadiem Makarim Memanas, Harapan Bebas, Air Mata Sang Ibu dan Dukungan 12 Tokoh Nasional
Sidang Praperadilan Nadiem Makarim, Jaksa Beberkan 4 Alat Bukti dan 113 Saksi, Minta Hakim Tolak Gugatan
Pilu Istri Nadiem Makarim di Sidang Praperadilan, Cerita Anak yang Rindu dan Suami yang Masih Pulih dari Operasi