Harga tersebut lanjut Rani, mengalami kenaikan dari harga bunga tahun lalu sekitar 10 hingga 20 persen. Hal itu lanjut Rani, dikarenakan untuk mendapatkan bunga yang akan dijual mulai sulit dicari.
"Kalau dulu kita cukup mencari ke-daerah-daerah sekitar Kota dan Kabupaten Tasik bunga pasti ada. Sekarang mah susah, bahkan saya harus mendatangkan dari daerah Jawa, baru dapat," Katanya.
Pengakuan yang sama juga diakui Dewi (35), penjual bunga di TPU Cinehel Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.
Menurut Dewi, jualan bunga pada momentum munggahan atau jelang Ramadan seperti ini mencapai sepuluh kali lipat dibanding hari biasanya.
"Kalau hari biasa dari jualan bunga saya paling bisa dapat Rp 30.000, kalau rame begini, bisa satu juta sehari," katanya.
Selain bunga lanjut Dewi, dia juga menjual air mineral serta beberapa jenis kebutuhan untuk keperluan nyekar untuk peziarah.***
Artikel Terkait
Super Air Jet Diduga Delay 5 Jam ke Denpasar, penumpang kecewa dan keluhkan minim informasi
Terbaru! Jadwal Film di Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini, Sabtu 14 Februari 2026
Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Priangan Timur, BI Jadikan Terminal Tipe A Banjar Sebagai Zona KHAS
Innalillahi, Ketua Majelis Pembinaan Kader Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Wafat Saat Beri Sambutan Acara Resmi
ISCEA Indonesia Dorong Sustainability lewat Expert Class Green Procurement dan Green Supply Chain
Ribuan Jamaah Hadiri Harlah 100 Tahun NU Tasikmalaya, Seruan Bangkit dan Mandiri di Abad Kedua
Video Guru di Grobogan Viral, Jalan Berlumpur Menuju SDN 4 Pandanharum Disorot Publik
Dony Ahmad Munir Resmi Gabung Gerindra, Seruan Prabowo Dua Periode Menggema di Sumedang
Hasil Proliga 2026 Putri di seri Bojonegoro, Giulia Angelina Bawa Bandung BJB Tandamata Tundukkan Medan Falcons
Resmi Tinggalkan PPP, Dony Ahmad Munir Berlabuh ke Partai Gerindra dan Perkuat Arah Politik Sumedang