Di sektor kebudayaan, perhatian diarahkan pada pelestarian cagar budaya, kesenian tradisional, pengelolaan museum, serta sinkronisasi program dengan pemerintah provinsi.
"Melalui perencanaan yang matang, diharapkan seluruh urusan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata dapat terealisasi secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Deddy.
Baca Juga: Setahun Kepemimpinan, Tasik Pintar Jadi Fokus Pemerintah Kota Tasikmalaya Perkuat Pendidikan dan SDM
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengaku terkesan dengan konsep Musrenbang Disporabudpar Kota Tasikmalaya yang dinilainya kreatif dan segar.
"Ya menurut saya ini paling unik mungkin se Indonesia, saya sangat salut," ujar Diky Candra.
Namun demikian, Diky juga mengingatkan pentingnya memastikan hasil Musrenbang tidak berhenti pada tataran wacana. Ia menilai perlu ada promosi yang baik terkait capaian RKPD 2027 serta pembenahan sistem agar aspirasi masyarakat benar-benar diperjuangkan.
"Pimpinan daerah diharapkan mampu memilah mana kebutuhan yang bisa didanai APBD dan mana yang harus diperjuangkan melalui anggaran provinsi maupun dana CSR, " katanya.***
Artikel Terkait
Program Kampung Sosial Provinsi Jawa Barat Jadikan Kota Tasikmalaya sebagai Daerah Percontohan
Kasus Child Grooming Disorot, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Diverifikasi Kemenkumham Jabar dan Didukung KOPRI PMII
Indonesia ASRI dan Tasik Resik Digencarkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya Bersih-bersih Pasar Cikurubuk
Obyek Wisata Situ Gede Kota Tasikmalaya Diserbu Jelang Ramadan 1447 H, Tradisi Munggahan Dongkrak Kunjungan
Produksi Kue Keranjang Khas Imlek di Kota Tasikmalaya Tak Lagi Menguntungkan
Selama Ramadan 1447 H, Rumah Makan di Kota Tasikmalaya Dilarang Buka Sebelum Pukul 16.00 WIB