Lubang raksasa Aceh Tengah Meluas, Jalan Alternatif Ditutup dan Akses Warga Dialihkan

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Senin, 23 Februari 2026 | 22:50 WIB
Fenomena lubang raksasa Aceh Tengah sebabkan jalan alternatif ditutup, warga kini memutar. (Instagram/keber_gayo)
Fenomena lubang raksasa Aceh Tengah sebabkan jalan alternatif ditutup, warga kini memutar. (Instagram/keber_gayo)

ACEH, Mediapriangan.com - Akses darat di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, kembali terganggu setelah lubang raksasa Aceh Tengah terus melebar hingga mendekati badan jalan. Kondisi terbaru membuat jalan alternatif ditutup demi mencegah risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.

Fenomena yang telah muncul sejak awal 2000-an itu kini memasuki fase yang lebih mengkhawatirkan. Lubang raksasa Aceh Tengah sebelumnya telah menggerus lahan perkebunan dan persawahan warga. Jalan utama di sekitar lokasi bahkan sudah lama hilang akibat pergerakan tanah yang berulang.

Situasi kian genting ketika bibir lubang semakin mendekati jalur pengganti. Akun media sosial yang merekam kondisi lapangan menyebut jalan alternatif ditutup pada Jumat sore, 20 Februari 2026, karena permukaan tanah dinilai tidak lagi stabil.

Baca Juga: Gudang Petasan Terbakar di Kecamatan Depok Sleman, Letupan Picu Api dan Warga Panik

“Nampak semakin berbahaya, nggak bisa lagi dilewati karena bisa tiba-tiba amblas,” ucap perekam video, dikutip pada Sabtu, 21 Februari 2026.

“Jalan tutup total, untuk pengguna jalan lewat Blang Mancung yang tembus Suka Ramai,” tambahnya.

Dalam rekaman tersebut terlihat batang kayu dipasang sebagai penanda bahwa jalan alternatif ditutup dan tidak dapat dilalui kendaraan. Penutupan ini dilakukan setelah lubang raksasa Aceh Tengah memperlihatkan tanda-tanda pelebaran signifikan di sisi jalur tersebut.

Baca Juga: Apresiasi MHQ, Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi Hadiri Quran Fest 2026 Kabupaten Ciamis

Sebagai solusi sementara, pemerintah setempat bersama pihak terkait membuka lintasan baru. Alat berat dikerahkan untuk mempercepat pengerjaan akses pengganti, meski jaraknya lebih jauh dan mengharuskan warga memutar.

“Pemerintah setempat bersama pihak terkait sedang mengerjakan jalur alternatif baru,” tulis keterangan pada video lainnya.

“Lokasi jalan tersebut cukup jauh dan mengharuskan pengendara memutar lebih panjang dari jalur biasanya,” tambahnya.

Baca Juga: Dandim 0612 dan HDCI Tebar Kepedulian

Di tengah kekhawatiran warga, BRIN memberikan penjelasan ilmiah terkait lubang raksasa Aceh Tengah. Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi menyebut peristiwa ini bukan sinkhole, melainkan fenomena longsoran yang dipicu kondisi geologi setempat.

“Yang terjadi di Aceh Tengah itu sebenarnya fenomena longsoran, bukan sinkhole. Lapisan tufanya tidak padat dan kekuatannya rendah, sehingga mudah sekali tergerus dan runtuh,” kata Adrian dalam keterangannya pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X