BOGOR, Mediapriangan.com - Langkah menuju Kota Kreatif UNESCO semakin dimatangkan melalui pertemuan strategis antara REKA Bogor dan Wali Kota Bogor.
Audiensi yang berlangsung sekitar 90 menit itu difokuskan pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif Bogor sebagai fondasi utama untuk menembus jejaring Kota Kreatif UNESCO di tingkat internasional.
Dalam forum tersebut, REKA Bogor memaparkan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif Bogor yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Kontribusi sektor ini terhadap PDRB Kota Bogor telah mencapai 5,72 persen, dengan serapan tenaga kerja sekitar 57.000 orang.
Baca Juga: Menjemput Oktober dengan Spirit Sejarah, DKKT Tasikmalaya Gagas 'Situ Gede Art Festival'
Capaian itu menjadi indikator bahwa ekosistem ekonomi kreatif Bogor tidak hanya tumbuh secara komunitas, tetapi juga berdampak nyata secara ekonomi.
Ketua REKA Bogor, Georgian Marcello, menegaskan pentingnya arah kebijakan yang jelas dalam menentukan subsektor unggulan. “Kang, Bogor arahnya ke Kota Seni Pertunjukan atau Kota Gastronomi?” tanya Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menekankan bahwa pengembangan sektor harus disertai kesiapan infrastruktur dan sumber daya.
“Di luar kuliner ada tantangannya. Tantangannya apa? Kita beda sama Jogja, Bandung, Bali. Kita gak ada lembaga pendidikannya. Enggak ada sekolah seni, enggak ada sekolah desain grafis, enggak ada sekolah arsitektur, enggak ada sekolah multimedia, enggak ada sekolah teater, enggak ada sekolah-sekolah yang menunjang. Maka siapkanlah infrastruktur dan suprastrukturnya,” jelas Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.
Diskusi juga menyinggung kesiapan sarana pendukung, termasuk kondisi Gedung Pertunjukan Kemuning Gading. Pemerintah Kota Bogor menemukan adanya keretakan pada bangunan tersebut sehingga rencana renovasi perlu dikaji ulang.
Aspek keselamatan publik menjadi prioritas sebelum aktivitas kreatif kembali dimaksimalkan di lokasi itu.
Meski demikian, REKA Bogor menilai tantangan tersebut tidak mengurangi optimisme menuju Kota Kreatif UNESCO. Fondasi ekosistem ekonomi kreatif Bogor yang telah dibangun selama lima tahun terakhir melalui program penguatan kapasitas, festival lintas subsektor, dan aktivasi ruang kreatif menjadi modal sosial yang kuat.
Dalam audiensi itu, kedua belah pihak sepakat bahwa perjalanan menuju Kota Kreatif UNESCO membutuhkan konsistensi kebijakan, keberlanjutan program, serta dukungan lintas sektor.
Artikel Terkait
Megawati Hangestri Tumpul! Kini Betty Bersama Jakarta Popsivo Polwan Hadapi Laga Hidup Mati di Proliga 2026
Pesantren Ramadan Kabupaten Ciamis 1447 H Dibuka, Bupati Soroti Tantangan Era Digital dan Pembinaan Pelajar
Mohamad Feriadi Soeprapto Sabet Indonesia Best CEO 2025, Bukti Kepemimpinan JNE di Tengah Ketidakpastian Global
Jakarta Popsivo Polwan Tembus Final Four Proliga 2026, Ketajaman Megawati Hangestri Dipertanyakan