Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO, REKA Bogor dan Wali Kota Bahas Ekosistem Ekonomi Kreatif Bogor

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:15 WIB
REKA Bogor dorong ekosistem ekonomi kreatif Bogor makin kuat demi jejaring Kota Kreatif UNESCO. (Dok. Istimewa)
REKA Bogor dorong ekosistem ekonomi kreatif Bogor makin kuat demi jejaring Kota Kreatif UNESCO. (Dok. Istimewa)

BOGOR, Mediapriangan.com - Langkah menuju Kota Kreatif UNESCO semakin dimatangkan melalui pertemuan strategis antara REKA Bogor dan Wali Kota Bogor.

Audiensi yang berlangsung sekitar 90 menit itu difokuskan pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif Bogor sebagai fondasi utama untuk menembus jejaring Kota Kreatif UNESCO di tingkat internasional.

Dalam forum tersebut, REKA Bogor memaparkan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif Bogor yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Kontribusi sektor ini terhadap PDRB Kota Bogor telah mencapai 5,72 persen, dengan serapan tenaga kerja sekitar 57.000 orang.

Baca Juga: Menjemput Oktober dengan Spirit Sejarah, DKKT Tasikmalaya Gagas 'Situ Gede Art Festival'

Capaian itu menjadi indikator bahwa ekosistem ekonomi kreatif Bogor tidak hanya tumbuh secara komunitas, tetapi juga berdampak nyata secara ekonomi.

Ketua REKA Bogor, Georgian Marcello, menegaskan pentingnya arah kebijakan yang jelas dalam menentukan subsektor unggulan. “Kang, Bogor arahnya ke Kota Seni Pertunjukan atau Kota Gastronomi?” tanya Ketua Reka Bogor, Georgian Marcello dalam pertemuan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menekankan bahwa pengembangan sektor harus disertai kesiapan infrastruktur dan sumber daya.

Baca Juga: Klasemen Proliga 2026 putri terbaru, Jakarta Popsivo Polwan Segel Final Four Usai Tekuk Medan Falcons

“Di luar kuliner ada tantangannya. Tantangannya apa? Kita beda sama Jogja, Bandung, Bali. Kita gak ada lembaga pendidikannya. Enggak ada sekolah seni, enggak ada sekolah desain grafis, enggak ada sekolah arsitektur, enggak ada sekolah multimedia, enggak ada sekolah teater, enggak ada sekolah-sekolah yang menunjang. Maka siapkanlah infrastruktur dan suprastrukturnya,” jelas Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

Diskusi juga menyinggung kesiapan sarana pendukung, termasuk kondisi Gedung Pertunjukan Kemuning Gading. Pemerintah Kota Bogor menemukan adanya keretakan pada bangunan tersebut sehingga rencana renovasi perlu dikaji ulang.

Aspek keselamatan publik menjadi prioritas sebelum aktivitas kreatif kembali dimaksimalkan di lokasi itu.

Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Soroti Dugaan Pelanggaran Lahan Kompensasi PT BSI, Satgas PKH Didesak Turun Tangan

Meski demikian, REKA Bogor menilai tantangan tersebut tidak mengurangi optimisme menuju Kota Kreatif UNESCO. Fondasi ekosistem ekonomi kreatif Bogor yang telah dibangun selama lima tahun terakhir melalui program penguatan kapasitas, festival lintas subsektor, dan aktivasi ruang kreatif menjadi modal sosial yang kuat.

Dalam audiensi itu, kedua belah pihak sepakat bahwa perjalanan menuju Kota Kreatif UNESCO membutuhkan konsistensi kebijakan, keberlanjutan program, serta dukungan lintas sektor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X