TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Sebagai kota yang dijuluki Kota Santri, Kota Tasikmalaya memiliki sejarah panjang perkembangan ajaran agama Islam. Salah satu buktinya terlihat dari banyaknya bangunan bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Islam di Kota Tasikmalaya.
Salah satunya adalah Masjid H. Bakri yang berlokasi di wilayah RT 4/RW 6 Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Konon, Masjid H. Bakri dibangun jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada, yakni sekitar tahun 1934.
Awalnya, Masjid H. Bakri masih berupa masjid kecil atau mushola. Seiring waktu, bangunan tersebut diperbesar pada tahun 1945 atau bertepatan dengan momentum kemerdekaan Indonesia. Masjid H. Bakri dikenal masyarakat sesuai dengan nama pendirinya, Haji Bakri.
Meskipun lokasinya berada di dalam gang di balik deretan gedung pertokoan di Jalan HZ Mustofa, Masjid H. Bakri tetap menjadi pilihan umat muslim untuk menunaikan ibadah salat.
Banyak karyawan dan pekerja di kawasan tersebut memanfaatkan waktu istirahat mereka di Masjid H. Bakri, sekaligus beribadah dan beristirahat sejenak dari aktivitas kerja.
Tidak sedikit pula pengunjung yang datang ke Masjid H. Bakri merupakan pendatang yang sedang beraktivitas belanja di Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Kota dan Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Ramadan 1447 H
Penanggung jawab Masjid H. Bakri yang juga sesepuh masyarakat sekitar, Agus Sukmayadi, mengatakan bahwa Masjid H. Bakri dibangun pada 1 Agustus 1934 dalam bentuk masjid kecil yang lebih dikenal dengan sebutan tajug. Saat itu, kawasan Jalan HZ Mustofa masih sepi dan belum seramai sekarang.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk di sekitar Masjid H. Bakri, pada tahun 1945 bangunan tersebut dipermanenkan dan diperluas.
Meski kini Masjid H. Bakri diapit bangunan besar seperti pusat perbelanjaan dan mal, pihaknya tetap mempertahankan Masjid H. Bakri sebagai tempat ibadah. “Ya kami pertahankan untuk tempat beribadah,” ujar Agus.
Baca Juga: Kemenhaj Kota Tasikmalaya Imbau Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
Menurutnya, di sepanjang Jalan HZ Mustofa hanya terdapat satu masjid, yakni Masjid H. Bakri. Kehadiran masjid ini diharapkan memberi ruang bagi karyawan dan masyarakat sekitar untuk beribadah serta beristirahat dari kesibukan duniawi.
Artikel Terkait
Setahun Viman Diky, Wali Kota Tasikmalaya Perluas Tasik Gemas sebagai Gerakan Masyarakat Sehat
Program Prioritas Tasik Pelak di Kota Tasikmalaya Digeber, Viman Alfarizi dan Diky Candra Negara Genjot Ekonomi
Musrenbang Disporabudpar Kota Tasikmalaya Bertema Creative Culture, Diky Candra Turun Jadi Dalang
Pemerintah Kota Tasikmalaya Matangkan Aktivasi Bandara Wiriadinata Jadi Bandara Komersil
OJK Tasikmalaya Gelar GERAK Syariah, Nofa Hermawati Edukasi 5.000 Jamaah Majlis Taklim di Kota Tasikmalaya
Masjid Agung Kota Tasikmalaya Berdiri Sejak 1886, Ini Jejak Sejarah dan Filosofi Arsitekturnya