Jejak 1934 di Tengah Kota Tasikmalaya, Kisah Masjid H. Bakri yang Bertahan di Balik Pertokoan

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Rabu, 4 Maret 2026 | 16:34 WIB
Masjid H. Bakri di RT 4/RW 6 Yudanagara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, berdiri sejak 1934 dan menjadi salah satu masjid bersejarah di pusat kota yang tersembunyi di balik deretan pertokoan. (Dok. Asep M.S - Ihwan Abdillah)
Masjid H. Bakri di RT 4/RW 6 Yudanagara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, berdiri sejak 1934 dan menjadi salah satu masjid bersejarah di pusat kota yang tersembunyi di balik deretan pertokoan. (Dok. Asep M.S - Ihwan Abdillah)

Banyaknya jamaah yang beribadah di Masjid H. Bakri juga membawa berkah bagi para pedagang, khususnya penjual makanan.

Tak heran, di sepanjang gang sekitar Masjid H. Bakri banyak pedagang yang berjualan.

Baca Juga: Walau Penjualan Menurun, Pedagang Beduk Ramadan di Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan

Pengelola Masjid H. Bakri juga menyediakan area istirahat yang cukup luas tepat di depan bangunan masjid. Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban, area ibadah dan tempat istirahat dipisahkan agar tidak bercampur, dengan sekat berupa pagar sebagai pembatas.

Maman (43), seorang tukang becak yang beraktivitas di Jalan HZ Mustofa, mengaku hampir setiap hari melaksanakan salat Dzuhur dan Asar di Masjid H. Bakri. Bahkan saat sepi penumpang, ia juga memanfaatkan waktu untuk salat Dhuha dan beristirahat di masjid tersebut.

“Masjid ini suasananya sangat tenang. Meski di jalanan panas, ketika di dalam masjid terasa adem dan sejuk,” kata Maman.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X