Viral SPPG Tangsel dan Program MBG Disorot, Dokumen Perjanjian Berisi 8 Klausul Picu Kritik Warganet

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10 WIB
Viral foto dokumen berisi klausul perjanjian pelaksanaan MBG antara SPPG dan penerima manfaat. ( Instagram/badangizinasional.ri - tereliyewriter)
Viral foto dokumen berisi klausul perjanjian pelaksanaan MBG antara SPPG dan penerima manfaat. ( Instagram/badangizinasional.ri - tereliyewriter)

“Pihak kedua tidak diperkenankan mengambil dokumentasi foto, maupun video makanan yang didapat yang kemudian di share/posting di sosial media “ lanjutnya.

Baca Juga: Viral Roti MBG Kedaluwarsa di Yogyakarta, Label Exp Lama Disebut Ditutup Saat Distribusi Menu MBG Ramadan

Beredarnya dokumen perjanjian yang dikaitkan dengan SPPG Tangsel tersebut langsung memancing berbagai reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai klausul dalam program MBG itu berpotensi membatasi keterbukaan informasi terkait pelaksanaan program di lapangan.

Sejumlah komentar pun bermunculan di media sosial. “Bilangnya dibuat tanpa paksaan, udah jelas dipaksa sampai dibuat surat begitu,” tulis akun @azi*****4.

Komentar lain juga menyoroti besaran denda yang dianggap tidak sebanding dengan nilai makanan dalam program MBG. “Yang lebih lucu lagi, bayar denda kerusakan lebih mahal dari harga MBG,” tulis akun @san****n.

Baca Juga: Viral! Siswa Majalengka Mengadu MBG Cuma Ubi Bakar ke Dedi Mulyadi, Ini Penjelasan SPPG

Kritik lainnya menyinggung potensi risiko bagi penerima manfaat jika terjadi masalah pada makanan yang disalurkan melalui program MBG. “Kalau nggak berani dikritik, jangan kasih makanan basi apalagi yang buat sampai keracunan ke anak-anak,” tulis akun @aru*****k.

Sebagian warganet juga mempertanyakan klausul yang mengatur kerahasiaan kejadian keracunan dalam dokumen perjanjian tersebut.

“Poin 8 ini sangat sepihak dan nggak berpihak ke keselamatan anak-anak, kalau pelaksanaannya bener harusnya nggak perlu takut didokumentasikan,” tulis akun @biy****l.

Meski demikian, ada pula komentar yang menilai program MBG sebenarnya memiliki tujuan yang baik, namun implementasinya perlu diperbaiki. “Padahal ini program yang bagus, tapi eksekusi di lapangannya jelek,” tulis akun @ery****e.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X