BANDUNG, Mediapriangan.com - Upaya mengantisipasi bencana saat mudik terus disiapkan pemerintah menjelang arus mudik Lebaran tahun ini. Salah satunya dilakukan BPBD Jabar dengan mendirikan Posko Mudik Idulfitri di berbagai wilayah yang dinilai rawan bencana.
Sebanyak 82 Posko Mudik Idulfitri akan dioperasikan di berbagai daerah di Jawa Barat selama periode mudik Lebaran 2026. Keberadaan posko tersebut disiapkan BPBD Jabar bersama BPBD kabupaten dan kota sebagai langkah mitigasi terhadap potensi bencana saat mudik.
Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali, menjelaskan bahwa Posko Mudik Idulfitri yang disiapkan terdiri dari posko utama dan posko pendukung. Posko utama ditempatkan di kantor BPBD kabupaten dan kota, sedangkan posko pendukung didirikan di lokasi yang memiliki potensi bencana saat mudik.
Baca Juga: Ceramah Itikaf di Masjid Agung Panumbangan, Didi Sukardi Ajak Jamaah Kejar Malam Lailatul Qadar
Lokasi pendirian Posko Mudik Idulfitri diprioritaskan pada jalur rawan longsor, kawasan rawan banjir, serta sejumlah objek wisata alam yang diperkirakan akan ramai dikunjungi selama libur Lebaran. Keberadaan posko tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan jika terjadi bencana saat mudik.
Menurut Teten, jumlah Posko Mudik Idulfitri di setiap daerah tidak sama. Hal itu disesuaikan dengan tingkat kerawanan bencana saat mudik di masing-masing wilayah.
Beberapa daerah memiliki jumlah posko lebih banyak karena memiliki risiko bencana yang cukup tinggi. Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran misalnya, masing-masing memiliki hingga lima posko pendukung yang disiapkan BPBD Jabar.
Baca Juga: Bupati Herdiat Serahkan THR Pasukan Ungu saat Apel DPRKPLH Ciamis, Apresiasi Petugas Kebersihan
Sementara itu, daerah lain di Jawa Barat memiliki satu hingga empat posko pendukung yang tersebar di titik-titik strategis. Penempatan Posko Mudik Idulfitri tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan petugas menghadapi potensi bencana saat mudik.
Selain petugas BPBD Jabar, operasional posko juga melibatkan sejumlah unsur lain seperti Palang Merah Indonesia serta berbagai organisasi relawan kebencanaan. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat respons cepat jika terjadi situasi darurat.
"Selain memberikan layanan penanganan bencana, BPBD juga menyediakan tempat istirahat di Posko Mudik Idulfitri," ucap Teten, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Kompensasi Sopir Angkot Jabar Cair Rp6,9 Miliar, Dedi Mulyadi Liburkan Sopir Saat Mudik Lebaran 2026
Dengan adanya fasilitas tersebut, Posko Mudik Idulfitri tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi kebencanaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat selama perjalanan.
BPBD Jabar menjadwalkan Posko Mudik Idulfitri mulai beroperasi pada 14 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026. Selama periode tersebut, petugas akan bersiaga penuh untuk memantau potensi bencana saat mudik di berbagai jalur utama Jawa Barat.
Artikel Terkait
Viral MBG Sukabumi, SPPG Cikole Akui Kelalaian usai Ikan Nila Mentah Dibagikan ke Siswa SMPN 1 Kota Sukabumi
PKL Dadakan di Jalan HZ Mustofa Picu Kemacetan, Wali Kota Viman Pastikan Tahun Ini Terakhir
Respons Cepat Kebakaran Toko Perabotan di Kota Tasikmalaya, Polisi Tiba di TKP 7 Menit Setelah Laporan 110
Kronologi Kebakaran Toko Perabotan di Kota Tasikmalaya, Api Cepat Membesar karena Barang Mudah Terbakar
GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Luncurkan Posko Mudik Banser 2026 di Enam Kecamatan
Penyalur LPG 3 Kg di Priangan Timur Desak Pemerintah Segera Naikkan HET, Sudah 12 Tahun Tak Berubah