Harga Telur Melonjak di Kota Tasikmalaya, Warga Berburu Telur Pecah di Pasar Cikurubuk Jelang Lebaran

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 19:44 WIB
Harga telur di Kota Tasikmalaya naik tajam di Pasar Cikurubuk. Warga mulai berburu telur pecah karena lebih murah. (Dok. AMS)
Harga telur di Kota Tasikmalaya naik tajam di Pasar Cikurubuk. Warga mulai berburu telur pecah karena lebih murah. (Dok. AMS)

Baca Juga: OJK Libatkan Penyuluh Agama Kota Tasikmalaya untuk Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Inklusi Keuangan

Bahan baku utama seperti telur yang harganya tinggi memaksa para pelaku usaha kecil seperti perajin kue memutar otak agar tidak merugi atau bahkan gulung tikar. 

Pengrajin biasanya sedikit merubah komposisi resep seperti menggunakan lebih sedikit telur atau menggunakan harga telur yang lebih murah seperti telur retak tapi kualitasnya madih bagus.

"Ya terpaksa itu kami lakukan, kalau tidak ya usaha tidak akan ada untungnya. Kalau untuk menaikkan harga, saat ini berat karena daya beli masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja, " Ujar Ny Teti(42) salah seorang pengrajin kue rumahan warga Karsamenak Kawalu Kota Tasik.

Baca Juga: Ratusan Anak Yatim Kota Tasikmalaya Terima Santunan, Ngabuburit Penuh Kepedulian di Makodim

Teti mengaku, sebagai pengrajin kue rumahan, dirinya sangat kewalahan dengan mahalnya harga telur yang mulai menyentuh harga lebih dari Rp 30.000 per kg.

"Setiap harinya saya suka banyak pesanan membuat kue kering dan bolu basah yang tentunya banyak mambutuhkan telur ayam sebagai bahan baku apalagi menjelang Natal dan tahun baru," ujarnya.

Kenaikan harga telur ayam yang terjadi saat ini dibenarkan sejumlah pedagang telur. Menurut para pedagang, kenaikan harga telur sudah terjadi lebih dari satu bulan kebelakang.

"Sekarang harganya tinggi pak, hari ini Rp 30.000 hingga Rp 32 per kilogram," ujar Ny Ana pedagang telur ayam di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Viman Alfarizi Ramadhan Buka Musrenbang Diskominfo Kota Tasikmalaya, Dorong Digitalisasi Pemerintahan Lebih Efektif

Ana mengaku, harga teulur mengalami kenaikan secara bertahap akibat harga pembelian produsen mengalami kenaikan.

"Kalau permintaan di pasar sih tidak terlalu signifikan, paling sedikitlah karena sekarang ada momentum Nataru, " Katanya.

Ana juga menjelaskan, yang paling berpengaruh terhadap tingginya harga telur saat ini karena pasokan telur ke pasar berkurang akibat adanya program MBG.

"Ya pasokan telur ke pasar yang berkurang, katanya gara-gara ada MBG, tapi pastinya saya juga kurang tahu, " Kata Ana.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X