Bahan baku utama seperti telur yang harganya tinggi memaksa para pelaku usaha kecil seperti perajin kue memutar otak agar tidak merugi atau bahkan gulung tikar.
Pengrajin biasanya sedikit merubah komposisi resep seperti menggunakan lebih sedikit telur atau menggunakan harga telur yang lebih murah seperti telur retak tapi kualitasnya madih bagus.
"Ya terpaksa itu kami lakukan, kalau tidak ya usaha tidak akan ada untungnya. Kalau untuk menaikkan harga, saat ini berat karena daya beli masyarakat juga sedang tidak baik-baik saja, " Ujar Ny Teti(42) salah seorang pengrajin kue rumahan warga Karsamenak Kawalu Kota Tasik.
Baca Juga: Ratusan Anak Yatim Kota Tasikmalaya Terima Santunan, Ngabuburit Penuh Kepedulian di Makodim
Teti mengaku, sebagai pengrajin kue rumahan, dirinya sangat kewalahan dengan mahalnya harga telur yang mulai menyentuh harga lebih dari Rp 30.000 per kg.
"Setiap harinya saya suka banyak pesanan membuat kue kering dan bolu basah yang tentunya banyak mambutuhkan telur ayam sebagai bahan baku apalagi menjelang Natal dan tahun baru," ujarnya.
Kenaikan harga telur ayam yang terjadi saat ini dibenarkan sejumlah pedagang telur. Menurut para pedagang, kenaikan harga telur sudah terjadi lebih dari satu bulan kebelakang.
"Sekarang harganya tinggi pak, hari ini Rp 30.000 hingga Rp 32 per kilogram," ujar Ny Ana pedagang telur ayam di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya.
Ana mengaku, harga teulur mengalami kenaikan secara bertahap akibat harga pembelian produsen mengalami kenaikan.
"Kalau permintaan di pasar sih tidak terlalu signifikan, paling sedikitlah karena sekarang ada momentum Nataru, " Katanya.
Ana juga menjelaskan, yang paling berpengaruh terhadap tingginya harga telur saat ini karena pasokan telur ke pasar berkurang akibat adanya program MBG.
"Ya pasokan telur ke pasar yang berkurang, katanya gara-gara ada MBG, tapi pastinya saya juga kurang tahu, " Kata Ana.***
Artikel Terkait
Walau Penjualan Menurun, Pedagang Beduk Ramadan di Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan
Kota Tasikmalaya Miliki Risiko Bencana Cukup Tinggi, BPBD Fokus Perkuat Mitigasi dalam RKPD 2027
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Imbau Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
Jejak 1934 di Tengah Kota Tasikmalaya, Kisah Masjid H. Bakri yang Bertahan di Balik Pertokoan
Pengemis Musiman Serbu Kota Tasikmalaya Saat Bulan Ramadan, Pendapatan Bisa Tembus Rp5 Juta per Bulan
Besaran Zakat Fitrah Ramadan 1447 H di Kota Tasikmalaya Rp 37.500 per Jiwa, Ini Penjelasan Ketua Baznas