BANYUWANGI, Mediapriangan.com - Sorotan terhadap dugaan IUP OP Tumpang Pitu Banyuwangi kembali menguat setelah kelompok pegiat anti korupsi menilai ada indikasi pengaburan fakta dalam penanganan kasus tersebut.
Nama Azwar Anas pun kembali dikaitkan dengan proses pengalihan izin yang kini tengah diselidiki KPK.
Koordinator kelompok pegiat, Ance Prasetyo, menyebut situasi yang berkembang justru memperlihatkan adanya pihak-pihak tertentu yang mencoba membentuk opini publik.
Dalam pandangannya, narasi yang beredar berpotensi mengalihkan substansi utama dari dugaan pelanggaran IUP OP Tumpang Pitu Banyuwangi.
Menurutnya, konstruksi opini yang muncul seolah menempatkan Azwar Anas sebagai pihak yang dirugikan. Padahal, proses pengalihan izin tambang emas tersebut merupakan bagian penting yang harus ditelusuri secara menyeluruh oleh KPK.
“Sangat aneh. Seharusnya yang memberikan penjelasan adalah pihak Abdullah Azwar Anas, PT BSI, atau PT Merdeka Copper Gold (MCG).
Namun, tiba-tiba muncul pihak lain yang bersikap bak ‘pahlawan kesiangan’ dengan opini yang justru membuat tertawa bagi orang yang paham hukum dan orang yang mengetahui data dokumennya,” ujar Ance Prasetyo dalam keterangannya.
Baca Juga: IUP Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot, Fauzan LS Desak Mahkamah Partai Periksa Azwar Anas
Kasus IUP OP Tumpang Pitu Banyuwangi sendiri berkaitan dengan pengalihan izin dari PT Indo Multi Niaga ke PT Bumi Suksesindo pada 2012. Dalam proses tersebut, Azwar Anas disebut memiliki keterkaitan karena menjabat sebagai kepala daerah saat itu.
Kelompok pegiat menilai, dugaan pelanggaran dalam proses pengalihan IUP OP Tumpang Pitu Banyuwangi tidak bisa dilepaskan dari aspek prosedural yang diduga menabrak aturan.
Selain itu, mereka juga menyoroti isu lain seperti lahan kompensasi hingga potensi dampak lingkungan.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Izin Tambang Emas Tumpang Pitu, Nama Abdullah Azwar Anas Kembali Mengemuka
Untuk itu, mereka meminta KPK tidak hanya berfokus pada materi perkara, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga berupaya mengaburkan fakta.
Artikel Terkait
Wamenpar Ungkap Kendala Dermaga Banyuwangi–Bali, Paket Wisata 3B Tetap Jalan Lewat Jalur Alternatif Gilimanuk
Wamenpar Dorong Wisata 3B, Akses Laut Banyuwangi–Lovina Siap, Atraksi di Buleleng dan Jembrana Akan Diperkuat
Kemenpar Genjot Pemerataan Wisata Lewat Paket 3B, Jalur Laut Banyuwangi–Lovina Disiapkan, OTA Mulai Jualan!
Viral! Wanita Diduga Mabuk Bikin Rusuh di Banyuwangi, Langsung Diceburkan ke Sungai oleh Warga yang Kesal
BAPPENAS Puji Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi, Jadi Percontohan Digitalisasi Layanan Warga
Wisatawan Surabaya Alami Dugaan Pemalakan Rp150 Ribu di Bangsring Underwater Banyuwangi
Asosiasi Koperasi Merah Putih Banyuwangi Dibentuk, Koperasi Desa Kelurahan Satukan Langkah Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Pendaki Gunung Ijen Selamat usai Hilang, Operasi SAR Banyuwangi Ungkap Fakta Baru di Kawah Ijen
Hangatnya Bukber Kapolresta Banyuwangi dan Insan Pers, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
KPK Selidiki Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, Kelompok Pegiat Anti Korupsi Klaim Temuan Awal Dugaan Rasuah