Hal senada disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Susanto Agus Satria.
Ia menegaskan, kabar kenaikan harga BBM tersebut tidak benar dan belum ada keputusan resmi terkait penyesuaian harga per 1 April 2026.
Pihak juga memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Karena itu ucap Agus , warga diimbau untuk tidak melakukan panic buying yang justru berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU.
Baca Juga: Ancaman Penutupan Selat Hormuz, Menteri ESDM Siapkan Skenario Impor Minyak dan Jamin Stok BBM Aman
Lebih jauh, masyarakat diingatkan pentingnya menggunakan energi secara bijak dan sesuai kebutuhan.
"Di tengah derasnya arus informasi digital, sikap tenang, rasional, dan tidak mudah terprovokasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial," ujarnya.
Pemerintah dan Pertamina pun terus mengajak masyarakat untuk mengedepankan perilaku hemat energi, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga ketahanan energi nasional.***
Artikel Terkait
VIVO dan APR Mundur, Pertamina Tegaskan BBM Etanol 3,5 Persen Sesuai Regulasi dan Praktik Global
Polemik Kelangkaan BBM di SPBU Swasta, Pertamina Tegaskan Tak Cari Untung, Buka Peluang Negosiasi Ulang
Kebakaran Hebat Truk Tangki BBM 24.000 Liter di Cianjur, Api Menjalar ke Rumah dan Pos Polisi
Wali Kota Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir hingga 11 Desember, Isu Kelangkaan BBM Muncul
Pasokan BBM dan Listrik Pascabencana Sumatera Mulai Dipulihkan, Pertamina–PLN Beberkan Tantangan di Lapangan
Prabowo Tinjau Aceh Usai Ratas Hambalang, Soroti Daerah Terisolasi dan Pemulihan Listrik-BBM di Sumatera