Ancaman Penutupan Selat Hormuz, Menteri ESDM Siapkan Skenario Impor Minyak dan Jamin Stok BBM Aman

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 4 Maret 2026 | 07:36 WIB
Menteri ESDM susun strategi impor minyak imbas Selat Hormuz, pastikan stok BBM dan LPG tetap aman. (Dok. edsm.go.id)
Menteri ESDM susun strategi impor minyak imbas Selat Hormuz, pastikan stok BBM dan LPG tetap aman. (Dok. edsm.go.id)

 

JAKARTA, Mediapriangan.com - Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipatif menyusul potensi penutupan Selat Hormuz akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, skenario penyesuaian impor minyak telah disiapkan untuk menjaga pasokan energi nasional tetap stabil.

Isu Selat Hormuz menjadi perhatian serius karena jalur tersebut dilintasi sekitar 20 juta barel minyak per hari dari kawasan Timur Tengah. Bagi Indonesia, dampaknya cukup signifikan mengingat sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah nasional berasal dari wilayah tersebut.

Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/3), Menteri ESDM membahas secara khusus strategi pengalihan impor minyak jika jalur distribusi terganggu. Salah satu opsi yang ditempuh adalah mengalihkan sebagian pembelian minyak mentah ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Ekspor Beras Premium 2.280 Ton ke Arab Saudi, Jemaah Sambut Hangat dan Dukung Kebutuhan Haji 2026

"Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude (minyak mentah) yang kita ambil dari Timur Tengah, sebagian kita alihkan untuk ambil dari Amerika. Ini supaya ada kepastian ketersediaan crude kita," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (3/3).

Menurut Menteri ESDM, Indonesia saat ini hanya mengimpor minyak mentah dari Timur Tengah, bukan bahan bakar jadi. Untuk kebutuhan BBM, pasokan diperoleh dari kawasan lain di luar Timur Tengah sehingga relatif lebih aman dari dampak konflik di Selat Hormuz.

"Alhamdulillah secara kebetulan untuk impor jenis BBM seperti ini tidak kita lakukan dari Timur Tengah, tapi kita lakukan dari negara-negara di luar Timur Tengah termasuk dalamnya adalah Asia Tenggara. Jadi ini relatif tidak ada masalah," ujarnya.

Baca Juga: Mudik Aman Jadi Target, Wagub Erwan Tekankan Sinergi dan Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Jawa Barat

Selain impor minyak mentah, pemerintah juga mengamankan pasokan LPG. Saat ini Indonesia mengimpor sekitar 7,3 juta ton LPG per tahun dan pada tahun ini meningkat menjadi 7,8 juta ton. Sebagian besar atau sekitar 70 persen dipasok dari Amerika Serikat.

"LPG kita impor 7,3 juta ton per tahun dan tahun ini naik menjadi 7,8 juta ton. Sekitar 70 persennya sekarang kita ambil dari Amerika," ucapnya.

Menteri ESDM juga menekankan bahwa pemerintah menghitung secara cermat potensi kenaikan harga minyak dunia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan agar kebijakan energi tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Rekap Hasil Pertandingan Babak Reguler Proliga 2026 Putri, Siapa Paling Siap Tempur di Jadwal Laga Final Four?

"Arahan Bapak Presiden kepada kami adalah kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian kepada pelayanan kepada masyarakat kita," ia mengungkapkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X