"Tiba-tiba, ada mobil Lalamove yang maksa masuk lajur. Udah diklaksonin tapi tetap aja masuk, akhirnya diserempet bus kami. Rute di 1A," terangnya.
Titik Rawan Pelanggaran Lalu Lintas
Kawasan Bandengan Selatan ternyata memang kerap menjadi lokasi pelanggaran serupa.
Menilik kolom komentar pada unggahan tersebut, warganet mengungkapkan bahwa banyak pengendara mobil pribadi maupun logistik yang nekat menggunakan lajur rute 1A untuk menghindari kemacetan atau pemeriksaan petugas.
Salah satu netizen dengan akun @ridwanmiller6 menceritakan pengalamannya di lokasi yang sama.
Menurutnya, insiden lalu lintas sering terjadi karena pengemudi panik saat melihat keberadaan polisi di ujung persimpangan.
Ia juga menyoroti minimnya pengawasan permanen di pembatas jalan atau separator kawasan tersebut.
Dukungan publik pun mengalir deras bagi sang pramudi bus. Warganet mendesak agar pihak manajemen tidak menyalahkan sopir bus, mengingat aturan dasar penggunaan jalan sudah sangat jelas bahwa kendaraan non-Transjakarta dilarang keras memasuki koridor khusus tersebut.***
Artikel Terkait
Fenomena Jemur Gabah di Jalan Bypass Mamminasata Maros: Fasilitas Publik Jadi Area Jemur Padi Dadakan
Perjuangan Siswa SD di Parigi Moutong Terjang Sungai saat Hujan, Pulang Buru-buru Sebelum Air Meluap
Dorong Literasi Pasar Modal Syariah, OJK Resmikan Galeri Investasi di LP3I Tasikmalaya
Lima Tahun Permatadora Konsisten Penuhi Kebutuhan Darah di Kota Tasikmalaya
ASN Pemkot Tasikmalaya Dilarang Bawa Kendaraan BBM Tiap Rabu, Uji Coba CFD ASN Mulai Berlaku!
Kebangkitan Industri Genteng Lokal Jabar Dimulai, Program Gentengisasi Sasar Puluhan Ribu Rumah Subsidi