Pihak sekolah yang melihat situasi semakin tidak terkendali segera mengerahkan kendaraan untuk mengevakuasi para siswa ke puskesmas terdekat.
Salah satu tenaga pendidik yang menyaksikan langsung insiden tersebut, seorang guru berinisial K, membenarkan bahwa pemicu utama diduga berasal dari sumber protein hewani dalam program MBG tersebut.
Baca Juga: Kunker Wapres Gibran ke Nabire Diwarnai Sorotan Menu MBG yang Mendadak Mewah dengan Sajian Rendang
"Bengkak dan gatal-gatal setelah makan Kemungkinan dari ikan yang disajikan, diduga sudah tidak layak konsumsi," jelas K memberikan keterangan.
Hingga saat ini, para korban masih mendapatkan perawatan intensif untuk meredakan gejala gatal-gatal dan bengkak yang mereka derita.
Belum ada pernyataan resmi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah setempat mengenai bagaimana menu ikan basi tersebut bisa lolos dalam proses distribusi ke sekolah.
Insiden ini menambah daftar panjang catatan evaluasi bagi penyedia jasa makanan di bawah program MBG agar lebih selektif dalam memilih bahan makanan yang tidak layak konsumsi.***
Artikel Terkait
Viral Pemilik SPPG Bengkulu Serang Netizen Usai Kasus Joget Rp6 Juta, Program MBG Kembali Disorot
Bos BGN Bongkar Fakta Pengadaan Motor Operasional MBG yang Viral di Media Sosial, Bukan 70 ribu unit! Tapi...
Plesetan Kreatif Berujung Viral, Cerita di Balik Lapak Makan Murah Pakai Nama MBG dan Logo BGN di Jakarta Selatan
Geger Isu Proyek 20.600 Unit Truk Kopdes Merah Putih Senilai Rp10,83 Triliun Muncul di Tengah Polemik Motor MBG
Kunjungi Dapur Gizi Tarogong Kidul, Kadiskominfo Garut Dorong Bahan Lokal Perkuat Program MBG
Insiden Keracunan MBG di Anambas, 155 Warga Dilarikan ke RS, Operasional SPPG Air Asuk Dihentikan Sementara