Beda dari Biasanya, Buruh di Kota Tasikmalaya Rayakan May Day 2026 Lewat Dialog Terbuka dan Forum Diskusi

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Minggu, 3 Mei 2026 | 21:53 WIB
Tanpa aksi jalanan, buruh di Kota Tasikmalaya sampaikan aspirasi melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Minggu (03/05/2026). (Dok. AMS)
Tanpa aksi jalanan, buruh di Kota Tasikmalaya sampaikan aspirasi melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Minggu (03/05/2026). (Dok. AMS)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Tasikmalaya berlangsung khidmat. Perwakilan buruh memilih jalur dialog dengan menyampaikan keluh kesah dan aspirasi melalui forum diskusi bertajuk Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya, Minggu (03/05/2026).

Kegiatan digelar di salah satu rumah makan di Jalan Letjen Mashudi yang dihadiri langsung Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua DPRD H. Aslim SH, Kapolres Tasikmalaya Kota, Dandim 0612/Tasikmalaya, serta Kadisnaker Kota Tasikmalaya.

Sedangkan dari pihak buruh, diwakili jajaran pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92, Serikat Buruh Migas Tasikmalaya (SBMT), dan Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI).

Baca Juga: Juleha dan Manajemen Qurban Terpadu Kota Tasikmalaya Gelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syariah

Dalam forum tersebut, para buruh menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya menyoroti belum optimalnya fungsi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Kota Tasikmalaya.

Ketua SBSI 92, Deni Hendra Komara mengatakan, pihaknya mendesak adanya pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pekerja, serta pembentukan tim pengawas atau dewan kesejahteraan buruh.

"LKS Tripartit di Kota Tasikmalaya saat ini belum berjalan optimal. Banyak investor mengeluh karena tidak tersedia pekerja yang memiliki skill. BLK saat ini belum melihat kebutuhan dasar industri," ujar Deni.

Kegiatan diskusi bertajuk Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya, Minggu (03/05/2026).
Kegiatan diskusi bertajuk Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi Dinas Ketenagakerjaan Kota Tasikmalaya, Minggu (03/05/2026). (Dok. AMS)

Baca Juga: Wujudkan Tasik Nyaman, Wali Kota Tasikmalaya Gandeng APJATEL Berantas Tiang Internet Illegal dan Kabel Semrawut

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengakui bahwa dalam satu tahun kepemimpinannya LKS Tripartit memang belum berjalan maksimal. Ia menilai diskusi seperti ini perlu ditingkatkan untuk menampung saran dan masukan dari organisasi buruh.

Sebagai bentuk perhatian ujar Wali Kota Viman, Pemkot telah mengalokasikan anggaran Rp360 juta untuk program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 772 pekerja rentan.

"Ke depan, anggaran itu akan ditingkatkan menjadi Rp624 juta untuk menjangkau 2.300 pekerja rentan, " Katanya.

Baca Juga: Diky Chandra Dukung Prodigi, Angin Segar bagi Hak Cipta Musisi dan Pencipta Lagu di Kota Tasikmalaya  

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X