"Kami menerima aspirasi dari petani terkait dampak Revitalisasi Sungai Cikunten terhadap kebutuhan irigasi sawah. Masalah ini sedang kami koordinasikan bersama dinas terkait," ujar Diky.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, menjelaskan bahwa sebelum proyek dimulai, pihak BBWS Citanduy telah melakukan sosialisasi kepada petani dan pemerintah setempat.
Baca Juga: Pengelolaan Parkir Swasta Disorot DPRD Kota Tasikmalaya, Perwalkot 17 Tahun 2025 Jadi Sorotan
Dalam sosialisasi tersebut, kata Ely, salah satu skema yang disiapkan adalah pengaturan distribusi pasokan air irigasi secara bergilir selama proses pekerjaan berlangsung karena kebutuhan air petani harus tetap menjadi perhatian.
Meski demikian, pihaknya tetap menampung berbagai masukan dari petani yang terdampak.
"Kami dari DKP3 juga telah berkomunikasi dengan BBWS dan menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas langkah penanganan di lapangan," katanya.
Menurut Ely, Revitalisasi Sungai Cikunten bertujuan memperbaiki fungsi saluran irigasi dalam jangka panjang, termasuk mengurangi kebocoran serta meningkatkan kelancaran distribusi air menuju area pertanian.***
Artikel Terkait
Pawai Obor Tahun Baru Islam 1448 H Meriahkan Kota Tasikmalaya, Ribuan Masyarakat Tumpah ke Jalan
Kasus TB Kota Tasikmalaya Tembus 1.306 Orang, Dinkes Temukan Ribuan Suspek hingga Mei 2026
Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tahu Kota Tasikmalaya Banting Harga, Diky Chandra Minta Kompak
Dampak Kemarau di Kota Tasikmalaya, Kasus ISPA Tembus 6.811 Balita dan Anak, Dinas Kesehatan Waspada
Damas Aprianur Pegang Sementara Kendali DPC Peradi Kota Tasikmalaya
Kolaborasi Kota Tasikmalaya–Blitar Perkuat Kendali Inflasi, KAD Jadi Strategi Stabilitas Harga Pangan Nasional