Revitalisasi Sungai Cikunten Dikeluhkan Warga, Pasokan Air Irigasi Menurun dan Petani di Tasikmalaya Terdampak

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Senin, 6 Juli 2026 | 17:16 WIB
Warga pemilik bangunan di atas bantaran Sungai Cikunten mempertanyakan proses pembongkaran bangunan oleh BBWS Citanduy di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026). (Dok. AMS)
Warga pemilik bangunan di atas bantaran Sungai Cikunten mempertanyakan proses pembongkaran bangunan oleh BBWS Citanduy di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Senin (6/7/2026). (Dok. AMS)

"Kami menerima aspirasi dari petani terkait dampak Revitalisasi Sungai Cikunten terhadap kebutuhan irigasi sawah. Masalah ini sedang kami koordinasikan bersama dinas terkait," ujar Diky.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, menjelaskan bahwa sebelum proyek dimulai, pihak BBWS Citanduy telah melakukan sosialisasi kepada petani dan pemerintah setempat.

Baca Juga: Pengelolaan Parkir Swasta Disorot DPRD Kota Tasikmalaya, Perwalkot 17 Tahun 2025 Jadi Sorotan

Dalam sosialisasi tersebut, kata Ely, salah satu skema yang disiapkan adalah pengaturan distribusi pasokan air irigasi secara bergilir selama proses pekerjaan berlangsung karena kebutuhan air petani harus tetap menjadi perhatian.

Meski demikian, pihaknya tetap menampung berbagai masukan dari petani yang terdampak.

"Kami dari DKP3 juga telah berkomunikasi dengan BBWS dan menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas langkah penanganan di lapangan," katanya.

Menurut Ely, Revitalisasi Sungai Cikunten bertujuan memperbaiki fungsi saluran irigasi dalam jangka panjang, termasuk mengurangi kebocoran serta meningkatkan kelancaran distribusi air menuju area pertanian.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X