TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Organisasi Jaman Muda Tasikmalaya mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas negara mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Tasikmalaya.
Organisasi tersebut menilai program yang bertujuan memperkuat ekonomi desa itu perlu diaudit secara menyeluruh guna memastikan tidak terjadi kerugian keuangan negara.
Ketua Jaman Muda Tasikmalaya, Fadlan Syahrizal mengatakan, pihw tidak bermaksud menghambat pembangunan maupun menolak kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat desa.
Baca Juga: Erwan Setiawan Ikut Sensus Ekonomi 2026, BPS Jawa Barat Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Pendataan
Menurut dia, pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara dalam menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.
"Kami berdiri di garis depan bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan setiap kebijakan yang menggunakan uang rakyat dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan," kata Fadlan, Selasa (7/7/2026).
Fadlan menyoroti nilai pembangunan satu unit KDMP, berdasarkan dokumen Bill of Quantity (BOQ) yang dikajinya, mencapai sekitar Rp1,648 miliar.
Baca Juga: Dugaan Lonjakan Harta AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK, GHARIS Soroti Data LHKPN hingga 700 Persen
Menurut dia, besarnya nilai anggaran tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, ia menemukan indikasi dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menduga terdapat praktik pemotongan anggaran oleh oknum tertentu sebelum dana digunakan untuk pembangunan fisik.
Menurut Fadlan, jika dugaan tersebut benar terjadi, maka anggaran yang semula bernilai sekitar Rp1,64 miliar berpotensi berkurang secara signifikan sehingga dana yang tersisa untuk pembangunan fisik diperkirakan hanya sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta.
Artikel Terkait
3 Martabak Enak di Surabaya yang Melegenda, Holland hingga De Fransisco Masih Jadi Favorit Pecinta Kuliner
Terungkap Dugaan Dana Nasabah BSI Rp2,8 Miliar Tak Masuk Sistem, Kasus Terbongkar saat Ajukan Kredit Lagi
3 Kuliner Wajib di Bandung untuk Sarapan, Rela Antre Berjam-jam Demi Cita Rasa Legendaris
Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Ditemukan Selamat, Polisi Masih Selidiki Penyebab Hilangnya
Kasus Dugaan Pencabulan Anak Tiri di Garut Viral, Ibu Minta Dedi Mulyadi Bantu Usut Laporan ke Polisi
Menhut Raja Juli Lapor Dugaan Amplop Bupati Kuansing ke KPK, Statusnya Masih Diverifikasi