Lurah Paya Pasir Kena Sanksi Disiplin Usai Celetuk Warga Medan yang Curhat Soal Lampu Jalan Viral

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 30 Juli 2026 | 11:45 WIB
Menyoroti skandal ejekan Lurah Paya Pasir di Medan Marelan, Syerly ke warga saat mengeluhkan soal lampu jalan di wilayahnya.   (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti skandal ejekan Lurah Paya Pasir di Medan Marelan, Syerly ke warga saat mengeluhkan soal lampu jalan di wilayahnya. (Instagram.com/@undercover.id)

Baca Juga: Viral Aksi Demo Siswa SMAN 1 Solok Selatan, Dugaan Pelecehan oleh Oknum Guru Jadi Sorotan

Dalam konteks pelayanan publik, ketentuan tersebut juga mencakup cara pegawai menyampaikan ucapan maupun melakukan tindakan kepada siapa pun, baik di lingkungan kedinasan maupun di luar lingkungan kedinasan.

Karena itu, sanksi pembinaan disiplin diberikan setelah proses pemeriksaan terhadap Lurah Paya Pasir. Langkah tersebut menjadi respons Pemko Medan terhadap perilaku aparatur yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip etika ASN.

"Inspektorat merekomendasikan adanya langkah pembinaan disiplin terhadap yang bersangkutan," tegas Inspektur Kota Medan itu.

Erfin menegaskan, pemberian sanksi pembinaan disiplin merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalitas aparatur. Menurutnya, pejabat pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga sikap ketika berhadapan dengan masyarakat.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Sampul The Volleyball Magazine, Disebut Kim Yeon Kyung nya Indonesia

"Langkah tegas ini menjadi bentuk komitmen Pemko Medan dalam menjaga profesionalisme serta marwah ASN di lingkungan Pemko Medan agar tetap menjadi pengayom dan teladan bagi masyarakat," tandas Erfin.

Kasus Lurah Paya Pasir tersebut menjadi perhatian karena persoalan yang disampaikan warga berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar di lingkungan permukiman, yakni penerangan jalan.

Sebelum mendapatkan sanksi pembinaan disiplin, Syerly berada di lokasi ketika Wali Kota Medan Rico Waas meninjau perbaikan jalan di wilayah Paya Pasir. Dalam kunjungan tersebut, warga mendapat kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Baca Juga: BRI Percepat Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Kontribusi bagi Ekonomi Nasional Melalui Danantara

Salah satu warga kemudian meminta izin untuk memasang lampu jalan sekaligus menjelaskan bahwa sebagian penerangan sebelumnya dibeli menggunakan uang pribadi.

"Pak nanti izin pasang lampu ya, Pak. Gelap sekali soalnya," ucapnya.

"Banyak sekali di sini begal. Ini 4 tiang (lampu) saya pasang sendiri pakai duit pribadi," keluhnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran warga terhadap keamanan ketika kondisi jalan minim penerangan. Namun, respons Lurah Paya Pasir berupa celetukan "Cie curhat dia," justru menjadi bagian yang paling banyak disorot setelah rekaman kunjungan tersebar.

Video itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian publik tidak hanya tertuju pada ucapan Lurah Paya Pasir, tetapi juga pada pentingnya sikap aparatur ketika mendampingi kepala daerah dalam menerima aspirasi warga Medan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X