"Saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet," beber Hengky dalam keterangannya, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Hengky menyebut korban mendaki bersama sejumlah orang. Berdasarkan informasi yang diterima tim, terdapat empat pendaki dalam rombongan tersebut.
Baca Juga: Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini, 4 Hal yang Akan Diuji Tim Kuasa Hukum
"Ada empat pendaki, bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas," ungkap Hengky.
Evakuasi dilakukan dengan perlengkapan mountaineering. Tim juga membawa tabung berisi BA atau breathing apparatus sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya gas beracun di dalam kawah.
"Evakuasi dengan menggunakan alat mountaineering dan membawa tabung isi BA (breathing apparatus), yang dimungkinkan dalam kawah itu terdapat gas beracun," tandasnya.***
Artikel Terkait
Prajurit TNI Viral Dipeluk Komandan saat Kelulusan, Ternyata Emaknya Ada di Lokasi tapi Tak Kenali Anaknya
Profil Kombes Jerrold Kumontoy, Komandan Upacara Penurunan Bendera RI yang Dipanggil Prabowo
Milangkala ke-12 LSM PADI Teguhkan Wawasan Kebangsaan dan Kepedulian Sosial di Tasikmalaya
Budaya Sunda dan Jejak Sejarah Warnai Peringatan HUT RI ke-81 di Galunggung
OJK Tasikmalaya Bekali 91 Anggota Pramuka dengan Literasi Keuangan dan Bahaya Judi Online
Pemilik Toko di Reo Gratiskan Susu dan Popok untuk Korban Gempa NTT, Pilih Layani Warga daripada Cari Untung