Payung Geulis Kota Tasikmalaya Dibuat Lebih Inovatif, Model 8 Jari-jari Jadi Harapan Baru Para Perajin

photo author
Asep M.S, Media Priangan
- Rabu, 23 September 2026 | 19:18 WIB
Kegiatan pelatihan teknik produksi payung geulis kreasi bertempat di Gedung PPIK Jalan Letjen Mashudi Kota Tasikmalaya, Rabu (23/9/2026). (Dok. AMS)
Kegiatan pelatihan teknik produksi payung geulis kreasi bertempat di Gedung PPIK Jalan Letjen Mashudi Kota Tasikmalaya, Rabu (23/9/2026). (Dok. AMS)

Seluruh peserta kata Dadang, berasal dari produsen payung geulis namun spesifikasinya berbeda, ada yang dari ahli rangka payung, ada yang biasa bikin apernya saja termasuk para pemilik perusahaan payung geulis.

Ada juga perajin baru yang berasal dari Kampung Salapan Kelurahan Urug Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya yang sengaja dibina untuk pengembangan sentra payung geulis Kampung Salapan Urug yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Tasikmalaya.

Sehingga lanjut Dadang, ketika ada event di sana, payung geulis kreasi akan dipraktikkan dari sisi produksinya dan dipamerkan sehingga akan menjadi salah satu yang bisa menarik para wisatawan.

Baca Juga: Bakesbangpol Jabar Gelar Seminar Ekonomi Rancage di Kota Tasikmalaya, Bahas Strategi Ketahanan Ekonomi Daerah

"Alhamdulillah antusias peserta pelatihan cukup bagus. Walaupun mereka sudah biasa memproduksi payung geulis, namun untuk membuat payung geulis kreasi ini mereka seolah tertantang membuat payung dengan cara dan model yang berbeda," Kata Dadang.

Salah seorang peserta pelatihan Eri Aska yang juga perajin rangka payung geulis asal Kawalu Kota Tasikmalaya mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut dan berharap menjadi awal baru kebangkitan payung geulis di Kota Tasikmalaya.

"Bagi kami ini merupakan pengalaman baru sekaligus harapan baru dimana kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pembuatan payung geulis yang lebih inovatif sehingga bisa kembali membangkitkan usaha pengrajin payung geulis di Kota Tasikmalaya yang kini memang dalam kondisi tidak baik-baik saja," ujar Eri.

Baca Juga: PKKMB UMTAS 2026 di Kota Tasikmalaya Diikuti 1.400 Mahasiswa, Rektor Tekankan Wawasan dan Adaptasi AI

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Industri Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya Ramdhan mengatakan, payung geulis bukan sekadar komoditas kerajinan biasa akan tetapi sudah merupakan identitas Kota Tasikmalaya, warisan budaya leluhur sekaligus ikon kebanggaan masyarakat Kota Tasikmalaya yang telah dikenal luas.

Sehingga kata Ramdan, agar warisan budaya ini tidak meredup di tengah arus modernisasi dan perubahan selera pasar, para perajin dituntut untuk terus melahirkan inovasi baru tanpa menghilangkan nilai-nilai filosofi dan keaslian yang terkandung di dalamnya.

"Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta bisa lebih kreatif, inovatif dan berdaya saing sehingga mampu menjadi pelaku usaha yang tangguh dan kompetitif," ujar Ramdan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X