Data Agustus 2026 menunjukkan inflasi nasional berdasarkan Indeks Harga Konsumen berada di angka 3,19 persen secara tahunan. Sementara inflasi kelompok pangan bergejolak tercatat 4,06 persen.
Di Kota Tasikmalaya, inflasi pada periode yang sama tercatat 3,00 persen secara tahunan. Adapun kelompok pangan bergejolak berada di angka 4,58 persen, masih dalam kisaran sasaran 3,0 hingga 5,0 persen.
Kondisi tersebut membuat pengendalian inflasi tetap menjadi agenda penting bagi pemerintah daerah dan Bank Indonesia. Respons terhadap perubahan harga juga disesuaikan dengan karakteristik komoditas dan kondisi masing-masing wilayah.
Baca Juga: Aksi 50.000 Buruh di Thamrin Berakhir Tertib, Andi Gani: Kami Sanggup Tembus HI, tapi Taat Aturan
Bank Indonesia bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah melalui berbagai program, termasuk Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.
Antisipasi terhadap gangguan cuaca juga menjadi bagian dari strategi untuk menjaga pasokan pangan.
Dengan langkah tersebut, pengendalian inflasi diharapkan dapat membantu mempertahankan daya beli masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.
Selain menjaga stabilitas harga, Priangan Timur juga mempercepat transformasi transaksi pemerintah dan aktivitas ekonomi melalui digitalisasi daerah.
Capaian Kabupaten Ciamis pada TP2DD 2026 menjadi salah satu indikator dari upaya tersebut. Ciamis menempati peringkat ketiga TP2DD tingkat kabupaten wilayah Jawa-Bali.
Penghargaan itu diberikan atas upaya mempercepat dan memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Digitalisasi tidak hanya diarahkan untuk membuat transaksi lebih praktis, tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Di tingkat nasional, aktivitas ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penggunaan QRIS juga terus berkembang dengan jumlah pengguna mencapai 69,32 juta dan merchant sebanyak 47,11 juta. Pada periode yang sama, BI-FAST mencatat 549 juta transaksi ritel dengan nilai mencapai Rp1.346 triliun.
Perkembangan tersebut turut mendorong perluasan digitalisasi daerah di Priangan Timur. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah dan mitra terkait mengembangkan berbagai kegiatan untuk memperluas penggunaan pembayaran digital.
Artikel Terkait
PTBI 2025 Tegaskan Komitmen Nasional, Priangan Timur Raih TPID Award dan Dorong Digitalisasi Keuangan
Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Priangan Timur, BI Jadikan Terminal Tipe A Banjar Sebagai Zona KHAS
Transformasi Koridor Ekonomi Jawa Barat Selatan Jadi Sorotan, BI Ungkap Mesin Pertumbuhan Baru Priangan Timur
TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Mitigasi El Nino, Bank Indonesia Fokus Jaga Inflasi Daerah
TPID Banten Kunjungi Ciamis, Kerja Sama Cabai Jadi Strategi Pengendalian Inflasi Antar Daerah
JAYANTARA Priangan Timur 2026 Dibuka, BI Dorong UMKM Tasikmalaya Tembus Pasar Ekspor dan Global
BI Corner Connect 2026 Diluncurkan, Bank Indonesia Tasikmalaya Perkuat Perpustakaan untuk Literasi Kebanksentralan
KKI 2026 Jadi Panggung 16 UMKM Binaan BI Tasikmalaya Tembus Pasar Nasional hingga Global