Baca Juga: Temuan Boraks dalam Menu MBG di Takalar, Guru Sempat Cicipi Sebelum Makanan Dibagikan ke Siswa
Sejumlah program yang telah dijalankan antara lain QRIS UNSIL Tasik Half Marathon, Pekan QRIS Nasional, QRIS Jelajah Indonesia, Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap, serta QRIS UMMAT di lingkungan pesantren.
Digitalisasi juga masuk ke sektor pelayanan publik dan potensi ekonomi daerah. Kota Tasikmalaya mengembangkan elektronifikasi transaksi pemerintah melalui Tasik Melayani, termasuk IPBB Digital, SINATRIA untuk retribusi parkir, dan SIMARET untuk retribusi pasar.
Daerah lain juga memiliki program masing-masing. Kabupaten Pangandaran mengembangkan digitalisasi tiket pariwisata, Ciamis menjalankan Ciamis Galuh Go Digital, sedangkan Kota Banjar memiliki program Banjar Digi Berdaya.
Dari rangkaian tersebut terlihat bahwa digitalisasi daerah tidak hanya berkaitan dengan transaksi pembayaran. Penerapannya mulai diarahkan untuk mendukung pelayanan publik, pengelolaan pendapatan, sektor pariwisata, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.***
Artikel Terkait
PTBI 2025 Tegaskan Komitmen Nasional, Priangan Timur Raih TPID Award dan Dorong Digitalisasi Keuangan
Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Priangan Timur, BI Jadikan Terminal Tipe A Banjar Sebagai Zona KHAS
Transformasi Koridor Ekonomi Jawa Barat Selatan Jadi Sorotan, BI Ungkap Mesin Pertumbuhan Baru Priangan Timur
TPID Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Mitigasi El Nino, Bank Indonesia Fokus Jaga Inflasi Daerah
TPID Banten Kunjungi Ciamis, Kerja Sama Cabai Jadi Strategi Pengendalian Inflasi Antar Daerah
JAYANTARA Priangan Timur 2026 Dibuka, BI Dorong UMKM Tasikmalaya Tembus Pasar Ekspor dan Global
BI Corner Connect 2026 Diluncurkan, Bank Indonesia Tasikmalaya Perkuat Perpustakaan untuk Literasi Kebanksentralan
KKI 2026 Jadi Panggung 16 UMKM Binaan BI Tasikmalaya Tembus Pasar Nasional hingga Global