Pelaksanaan gagasan tersebut, ujar Abah Anton, memerlukan program, pembiayaan, pengelolaan, serta skema yang memastikan seniman memperoleh manfaat ekonomi.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Megi Rijua Parlumi, mengatakan pengembangan pariwisata tidak cukup mengandalkan keindahan alam dan atraksi buatan.
"Kebudayaan lokal perlu ditumbuhkembangkan supaya menjadi salah satu daya tarik," ujar Megi.
Ia menyebut Pangandaran memiliki keragaman budaya di wilayah pesisir dan perbukitan. Perpaduan budaya Sunda dan Jawa juga dinilai dapat menjadi representasi keberagaman masyarakat.
Baca Juga: Pemprov Jabar Akan Ambil Alih Jembatan Margacinta Pangandaran, Bangunan Permanen Mulai 2027
Megi mengatakan pemerintah daerah akan mengoptimalkan potensi tersebut, termasuk mempertimbangkan kebutuhan ruang pertunjukan bagi pelaku budaya. Namun, keterbatasan sumber daya masih menjadi salah satu kendala.
Rencana penyediaan panggung budaya perlu dijelaskan lebih lanjut, termasuk lokasi, jadwal, anggaran, dan skema kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata.
Sementara itu, Ketua panitia kegiatan, Yana Macan, yang juga menjabat Panglima Baranusa (Barisan Adat Raja Sultan Nusantara), mengatakan Hajat Lembur tidak hanya berkaitan dengan ritual adat.
"Makna kegiatan ini bukan sebatas sakralitas. Lebih dari itu, ada makna yang sangat mendalam, yakni kita bisa bersilaturahmi, bersama-sama, dan berbagi," ujarnya.
Semangat ngarumat lembur, ujar Yana, diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, pengurangan sampah plastik, dan pelestarian gotong royong.
Nilai tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pelestarian budaya mencakup seni, ritual, perilaku sosial, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab bersama.
Lebih lanjut, Yana menyebut Hajat Lembur Bojongkarekes menunjukkan potensi budaya Pangandaran untuk memperkuat sektor pariwisata.
Namun, tegas Yana, potensi itu memerlukan kebijakan dan program yang mendukung pelaku seni.
Artikel Terkait
Kominfo Saba Desa Dorong Digitalisasi Desa Babakan, Diskominfo Pangandaran Perkuat Layanan Berbasis Teknologi
Kominfo Saba Desa Genjot domain desa.id, Diskominfo Targetkan Seluruh Desa di Kabupaten Pangandaran Go Digital
Destinasi Wisata Pangandaran Dipantau Live CCTV saat Lebaran 2026, Wisatawan Bisa Cek Gerbang Utama Real-Time
Waspada Pencatutan Nama Pejabat Pangandaran di WhatsApp, Diskominfo Minta Warga Tak Sembarang Sebar Kontak
Lolos Uji BSSN, CSIRT Diskominfo Kabupaten Pangandaran Diganjar Sertifikat Apresiasi
33 Desa di Pangandaran Sudah Gunakan Domain desa.id, Langkah Besar Menuju Digitalisasi Desa