"Kami juga sudah melakukan pendalaman di lapangan dan mendapatkan informasi bahwa bangunan di lokasi digunakan oleh pihak lain, bukan untuk operasional SPPG. Jadi tidak ada keterkaitan langsung dengan program MBG," tegasnya.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, BGN menegaskan bahwa Ledakan Pasar Cimanggis tidak terjadi di fasilitas SPPG maupun gudang yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Pasokan pangan MBG disebut tetap normal
Selain menjelaskan status bangunan, BGN memastikan insiden yang berdampak pada tujuh ruko itu tidak menghambat distribusi bahan pangan untuk program MBG.
Tysa menyebut penyaluran program tersebut masih berlangsung seperti biasa. Menurut dia, pasokan bahan pangan untuk kebutuhan pelaksanaan MBG sejauh ini tidak mengalami gangguan akibat kejadian di Ciputat.
"Kami pastikan bahwa sampai sejauh ini penyaluran MBG baik dari segi pasokan bahan-pangannya masih berjalan normal," kata Tysa.
Klarifikasi BGN tersebut sekaligus menegaskan bahwa bangunan yang terdampak ledakan bukan bagian dari jaringan operasional SPPG. Adapun penyebab ledakan tidak dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan BGN.
Sementara itu, dampak fisik yang telah dikonfirmasi dari peristiwa di Pasar Cimanggis mencakup tujuh ruko. BGN menyatakan tidak terdapat hubungan langsung antara bangunan tersebut dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.***
Artikel Terkait
Cara Daftar Sertifikat Halal UMKM 2026, Gratis Lewat SiHalal
Viral Pengakuan Tersangka Penipuan Polri, Nama Mantan Karo SDM Terseret
Hasil Pertandingan KOVO Cup 2026, Pink Spiders Sapu Bersih Fase Grup, SOOP Tersingkir Tanpa Menang Satu Set
Denda Pelanggaran Aturan Halal Bisa Capai Rp2 Miliar
IBK Altos Hajar Red Sparks 3-1, Victoria Menggila dengan 38 Poin dan Antar Tim ke Semifinal KOVO Cup 2026
KAHMI, HMI dan Tagana Salurkan 12.000 Liter Air Bersih di Tasikmalaya