Dikatakan, jika karkas dan organ dari hewan menunjukkan adanya infeksi sistemik seperti pembesaran kelenjar, pendarahan di berbagai organ, adanya perubahan warna menjadi kekuningan, maka daging tersebut tidak layak untuk dikonsumsi dan harus dimusnahkan.
"Kita juga meminta peternak berhati-hati saat membeli ternak baru, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada petugas kesehatan hewan setempat sebelum melalulintaskan hewan," kata dia.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Tasikmalaya Menunggu SK Gubernur Terkait 3 Anggota Legislatif PAW
Peternak juga perlu untuk menjaga kebersihan sekitar kandang, memperhatikan asupan makan dan air minum ternak, serta memperhatikan kesehatan ternak.
"Peternak dapat segera melaporkan apabila menemukan gejala ternak yang sakit ke petugas kesehatan hewan setempat," ujarnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu ragu untuk berkurban. Masyarakat tinggal memilih ternak yang sehat dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang ditandatangani oleh dokter hewan setempat.
Masyarakat dapat memilih ternak yang memiliki eartag penandaan nasional dan untuk kambing dapat memilih ternak yang memiliki tanda sehat.
"Masyarakat dapat melaksanakan kurban sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 34 Tahun 2023 tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban, saat merebaknya penyakit LSD dan antisipasi penyakit Peste Des Petits Ruminants (PPR) pada Hewan Kurban," kata Supriyanto.
Lebih lanjut dia menjelaskan, LSD atau cacar sapi/kerbau, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang utamanya menyerang hewan sapi.
Penyakit ini sebut Supriyanto, dicirikan dengan adanya benjolan pada kulit sapi.
Virus penyebab LSD termasuk dalam genus Capripoxvirus yang ditularkan melalui arthropoda, terutama serangga penghisap darah (lalat, nyamuk, caplak), pakan dan air yang terkontaminasi, serta penularan langsung melalui saliva, sekresi hidung, dan air mani.
LSD ini hanya menyerang sapi dan kerbau karena hewan tersebut merupakan spesies yang paling rentan tertular LSD virus (LSDV).
Virus tersebut memiliki reseptor spesifik pada sel dalam tubuh sapi yang menyebabkan virus dapat masuk dan bereplikasi di dalam tubuh.
Baca Juga: Mendikbudristek Nadiem Makarim Berikan Beasiswa untuk Putri Ariani Kuliah di Kampus Musik Top Dunia
Artikel Terkait
Belasan Hewan Sapi Ditemukan Terjangkit Penyakit Mulut Dan Kuku
Hewan Ternak Terkena PMK, Begini Tips Memilih Daging Sapi Berkualitas Baik
Efek PMK Mempengaruhi Omzet Penjualan Daging Sapi Pasar Singaparna
Dinas Pertanian Temukan Lima Ekor Sapi Kurban, Terjangkit Cacing Pita
Tak Sekedar Lezat dan Gurih, Ternyata Kulit Sapi Bermanfaat untuk Kesehatan