Penyakit ini menyebabkan timbulnya benjolan atau bintik-bintik pada kulit hewan yang tertular. Diawali dengan bintik-bintik kecil dan keras, kemudian secara bertahap tumbuh ukurannya dan menjadi lembut serta berisi cairan.
"Kulit di atas bintik-bintik tersebut dapat menjadi merah, membengkak, dan akhirnya mengalami ulserasi, yang kemudian dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder," ujar Supriyanto.
Menurutnya, LSD dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan karena menurunkan produksi susu, penurunan berat badan, menurunkan fertilitas, dan kematian dalam kasus-kasus yang parah.
Baca Juga: Ini Alasan Ridwan Kamil Dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya
Meskipun demikian terang dia, LSD tidak lebih berbahaya dibanding dengan dampak PMK. Dimana PMK memiliki tingkat penularan lebih tinggi, lebih cepat dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi baik secara domestik maupun internasional.
"Sapi yang terinfeksi LSD dapat diberikan obat untuk mengurangi gejala penyakit seperti demam dan nyeri pada kulit. Pengobatan ini dapat membantu sapi untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuhnya," katanya.***
Artikel Terkait
Belasan Hewan Sapi Ditemukan Terjangkit Penyakit Mulut Dan Kuku
Hewan Ternak Terkena PMK, Begini Tips Memilih Daging Sapi Berkualitas Baik
Efek PMK Mempengaruhi Omzet Penjualan Daging Sapi Pasar Singaparna
Dinas Pertanian Temukan Lima Ekor Sapi Kurban, Terjangkit Cacing Pita
Tak Sekedar Lezat dan Gurih, Ternyata Kulit Sapi Bermanfaat untuk Kesehatan