Mediapriangan.com - DPRD Jawa Barat mengungkapkan keprihatinan dan duka cita mereka terhadap insiden tabrakan kereta api Turangga dan KA lokal Bandung Raya di jalur petak Stasiun Cicalengka-Haurpugur, Kabupaten Bandung pada Jumat, 5 Januari 2024.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Achmad Ru’yat, bersama dengan pimpinan dan anggota DPRD lainnya, turut merasa prihatin dan berduka atas musibah tabrakan kereta api di Cicalengka," ungkap Achmad Ru’yat.
Pimpinan dan Anggota DPRD Jawa Barat berharap agar para korban tabrakan kereta api di Cicalengka ini, segera mendapatkan penanganan yang baik, khususnya bagi yang mengalami luka-luka, dan memperoleh layanan yang baik.
Baca Juga: Dampak Kecelakaan Kereta Api di Jawa Barat 2023, Ini Perjalanan KA yang Batal dan Harus Memutar
DPRD Jawa Barat juga mengajukan permintaan agar kejadian tabrakan antara KA Turangga dan KA lokal Bandung Raya menjadi evaluasi bagi manajemen PT KAI terkait infrastruktur perkeretaapian dan jalur rel.
Terutama, penanganan keselamatan penumpang dan peningkatan kualitas perkeretaapian harus menjadi fokus utama.
"Semoga peristiwa tragis ini tidak terulang, dan penyebabnya dapat diketahui untuk menjadi bahan evaluasi ke depannya," harap Achmad Ru’yat.
Kecelakaan kereta api ini terjadi di KM 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 5 Januari 2023, sekitar pukul 06.03 WIB.
Hingga pukul 12.30, data PT KAI mencatat empat korban tewas dan 28 luka berat akibat kecelakaan Kereta Api di Jawa Barat, termasuk masinis, asisten masinis, pramugara, dan sekuriti PT KAI.
Informasi terbaru mencatat adanya kecelakaan tabrakan antara KA Turangga (Surabaya Gubeng-Bandung) dan Commuterline Bandung Raya di km 181+700 jalur antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka pada pukul 06.30 pagi.
Hingga saat ini, baik PT KAI maupun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengirim tim untuk menangani dan mengevaluasi korban kecelakaan kereta di Cicalengka, Kabupaten Bandung.