parlemen

Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat: Industri PerKulitan Garut Harus Diimbangi dengan Pengolahan Limbah yang Efektif

Kamis, 13 Juni 2024 | 21:25 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat dalam kegiatan Promosi Bersama Produk Perkulitan Garut 2024 di Kabupaten Garut pada Kamis, 13 Juni 2024. (Humas DPRD Jabar)

 

Mediapriangan.com - Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Hj Lina Ruslinawati, memberikan apresiasi tinggi pada kegiatan bertajuk "Promosi Bersama Produk Perkulitan Garut 2024" di Kabupaten Garut.

Kegiatan "Promosi Bersama Produk Perkulitan Garut 2024" tersebut berlangsung di Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkulitan Garut, Sukaregang, Kabupaten Garut, pada Kamis, 13 Juni 2024.

Industri perkulitan Garut telah meraih pengakuan internasional, berkat upaya inovasi, peningkatan kualitas, dan dukungan dari pemerintah daerah dalam memperkenalkan produk-produk unggulan ini.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat Sambut Kunjungan DPRD Jambi dan Kabupaten Cirebon, Konsultasi APBD hingga Mekanisme Aspirasi Masyarakat

"Apresiasi setinggi-tingginya untuk industri perkulitan Garut yang terus berinovasi dan berusaha mempertahankan warisan budayanya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal," ujar Lina.

Dengan dukungan masyarakat, Lina berharap pemerintah dapat lebih memperkenalkan produk-produk khas Garut agar semakin dikenal dan diminati, baik di dalam maupun luar negeri, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Industri perkulitan Garut harus menjadi ikon yang tidak hanya mewakili Garut tetapi juga Jawa Barat sebagai provinsi dengan berbagai sentra kerajinan khas di setiap kabupaten/kota," tambahnya.

Baca Juga: Dari Garut ke New York, Kisah Inspiratif Garut Kulit di Dunia Fashion Internasiona Berkat Tas Bermotif Komodo

Namun, Lina juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang efektif dalam industri kulit ini, terutama terkait aroma tidak sedap dari limbah kulit yang dapat mengganggu wilayah sekitar pengrajin.

"Aroma tidak sedap dari limbah kulit dapat mengganggu wilayah sekitar pengrajin," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus aktif mencari solusi konkret untuk masalah ini.

"Pengolahan limbah ini jangan dianggap sepele. Diperlukan keterlibatan pemerintah pusat untuk menangani pengolahan limbah tersebut karena biayanya yang cukup besar dan tidak mungkin hanya ditanggung oleh pelaku usaha dan pemerintah daerah saja," pungkasnya.

Baca Juga: Garut Kulit Internasional Akan Persembahkan Koleksi Spesial Bertema Komodo di Ajang New York Fashion Week 2023

Halaman:

Tags

Terkini