Mediapriangan.com - Komisi V DPRD Jawa Barat menyatakan dukungannya terhadap rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengembalikan Ujian Nasional (UN).
Namun, Komisi V DPRD Jawa Barat memberikan catatan bahwa UN sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya penentu kelulusan siswa atau seleksi masuk sekolah, melainkan sebagai alat untuk evaluasi dan pemetaan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Saya setuju UN dikembalikan, tetapi tujuannya harus sebagai alat evaluasi dan pemetaan kualitas pendidikan,” ujar Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, di Bandung pada Kamis, 7 November 2024.
Menurut Yomanius Untung, penerapan kembali UN akan memberikan manfaat dalam mengukur tingkat kualitas dan kompetensi siswa secara menyeluruh, sehingga dapat dijadikan acuan untuk memahami ketimpangan pendidikan antarwilayah.
Dengan begitu, pemerintah dapat lebih mudah mengidentifikasi masalah dan ketidakseimbangan kualitas pendidikan yang ada di berbagai daerah.
“Dari hasil UN, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang ketimpangan pendidikan, baik dari segi sarana dan prasarana maupun kualitas pembelajaran,” jelasnya.
Hasil evaluasi dari UN diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Dengan demikian, strategi yang diambil nantinya bisa mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah di Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun UN tetap relevan sebagai alat evaluasi pendidikan di era saat ini, perlu adanya perbaikan format agar lebih sesuai dengan kebutuhan.
“Materi ujian UN disiapkan secara nasional dan didistribusikan ke semua satuan pendidikan, untuk memastikan hasilnya dapat mencerminkan kemampuan peserta didik di seluruh daerah,” ungkap Yomanius.