Mereka mengingatkan bahwa sebagai wartawan, Juwita kerap menulis berita-berita investigasi.
Tak sedikit kasus serupa di mana jurnalis menjadi target kekerasan akibat pemberitaan yang mereka buat.
Menanggapi kasus ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan, Habib Hamid Bahasyim, meminta agar pihak berwenang segera mengusut tuntas kasus ini dan tidak menutup kemungkinan bahwa kematian Juwita terkait dengan pekerjaannya.
"Kita mengharapkan kasus kematian Juwita, seorang wartawati segera terungkap dan diusut tuntas. Lain halnya kalau kasus kriminal murni," ujar Hamid saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Selasa 25 Maret 2025.
Sementara itu, keluarga Juwita juga merasakan kejanggalan sejak awal.
Salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa Juwita tidak memiliki riwayat berkendara dengan kecepatan tinggi atau ceroboh di jalan.
Kasus ini pun memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan pembegalan hingga kemungkinan adanya motif lain yang lebih kompleks.
Rekan-rekan jurnalis serta organisasi pers di Kalimantan Selatan terus mendesak pihak berwenang untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dan tidak terburu-buru menutup kasus ini sebagai kecelakaan biasa.***