Ia menyampaikan bahwa pihak DPR menerima laporan adanya sejumlah calon jemaah yang telah tiba di Tanah Suci namun kemudian dipulangkan ke Jeddah karena tidak melalui prosedur resmi yang ditetapkan.
Permasalahan visa haji furoda ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan komunikasi yang jujur antara PIHK dan calon jemaah.
Dengan tekanan waktu yang semakin mendekati masa puncak haji, para calon jemaah berharap kepastian dan keamanan dalam menjalankan ibadahnya, bukan sekadar janji yang tak bisa ditepati.
Pihak DPR melalui Timwas memastikan akan terus memantau situasi ini agar tidak terjadi penelantaran maupun kerugian pada masyarakat.
Sebab bagi sebagian besar jemaah, haji adalah impian yang diraih seumur hidup dan harus dijalani dengan cara yang sah serta aman.***