Mediapriangan.com - Upaya kepolisian mengurai rangkaian peristiwa ledakan SMAN 72 Jakarta terus bergulir. Hingga Jumat, 14 November 2025, 46 saksi anak telah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya sebagai langkah awal membangun konstruksi kejadian ledakan SMAN 72 Jakarta yang terjadi sepekan sebelumnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyebut sebagian saksi belum hadir memenuhi panggilan.
“Penyidik sudah memeriksa 46 saksi anak. Sepuluh saksi lain berhalangan hadir,” ujar Budi Hermanto kepada awak media.
Baca Juga: Bunda PAUD Ciamis Hadiri Gala Dinner Nasional 2025 dan Dorong Penguatan Layanan PAUD
Pemeriksaan tersebut dilakukan di UPTD PPPA DKI Jakarta untuk memastikan pendampingan psikologis terpenuhi selama proses klarifikasi. Selain para siswa, penyidik juga telah meminta keterangan ayah terduga pelaku, sementara sang ibu belum dapat diperiksa karena berada di luar negeri.
“Prosesnya masih berjalan,” terang Budi.
Di tengah pemeriksaan 46 saksi, polisi turut mengkaji faktor lingkungan sosial terduga pelaku. Publik menyoroti kondisi remaja tersebut, yang diketahui tumbuh dalam keluarga bercerai dan tidak memiliki ruang aman untuk berbagi cerita.
Baca Juga: Dinas Pariwisata Ciamis Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata Jalatrang Lewat Pendampingan 9 Bulan
Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa kondisi psikis terduga pelaku menjadi perhatian serius penyidik.
“Yang bersangkutan merasa sendiri kemudian merasa tak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik di keluarga maupun sekolah,” ujar Iman Imanuddin dalam jumpa pers.
Iman juga menjelaskan bahwa terduga pelaku hanya tinggal bersama ayahnya yang bekerja setiap hari, sehingga ada ruang kosong dalam pola asuh.
Baca Juga: Kasus Perundungan Siswa SMP Tangsel, Polisi Telusuri Kondisi MH untuk Pastikan Unsur Pidana
“Ini memenjadikan problem bagi si anak. Ada sisi kemanusiaan yang harus kita jaga,” imbuh Budi.
Selain faktor sosial, polisi juga mengungkap temuan benda yang memicu kecemasan, mulai dari dua dentuman yang terdengar beruntun hingga keberadaan bahan peledak rakitan serta senjata api mainan bersimbol khusus yang ditemukan di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta.