Rasa sakit akibat medan tajam pun seolah diabaikan oleh warga Sibolga. Demi memenuhi kebutuhan pangan keluarga, penderitaan fisik tak lagi dirasakan.
"Kadang kena duri kaki kami tidak terasa," tutupnya.
Kisah warga Sibolga ini menjadi gambaran nyata betapa sulitnya distribusi bantuan logistik di Tapanuli Tengah akibat akses terputus pascabencana, di mana perjuangan menuju kebutuhan dasar harus dibayar dengan risiko keselamatan.***