Warga Sibolga di Tapanuli Tengah Tempuh 5 Jam Susuri Gunung Demi Bantuan Logistik Pascabencana

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 19 Desember 2025 | 17:31 WIB
Tangkapan layar seorang wanita yang rela berjalan menyusuri hutan dan gunung selama lima jam demi menjemput bantuan logistik.  (TikTok/Apa Aja)
Tangkapan layar seorang wanita yang rela berjalan menyusuri hutan dan gunung selama lima jam demi menjemput bantuan logistik. (TikTok/Apa Aja)

 

Mediapriangan.com - Terputusnya akses jalan akibat bencana alam membuat warga Sibolga di wilayah Tapanuli Tengah harus menempuh cara ekstrem demi memperoleh bantuan logistik. Kondisi geografis yang sulit memaksa warga Sibolga berjalan kaki menyusuri jalur pegunungan yang berbahaya.

Perjuangan warga Sibolga ini terungkap melalui unggahan video akun TikTok @Apa Aja pada Rabu, 17 Desember 2025. Dalam rekaman tersebut, terlihat bagaimana bantuan logistik di Tapanuli Tengah hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki karena akses terputus total pascabencana.

Seorang remaja putri dalam video itu menceritakan beratnya perjalanan yang harus dilalui warga Sibolga untuk mencapai posko bantuan logistik.

Baca Juga: Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Perhatian Serius, BNPB Sebut Akses Terputus oleh Longsoran 50 Km!

Ia mengungkapkan waktu tempuh yang panjang dan kondisi medan yang menguras tenaga. "Lima jam pulang pergi kami," ucapnya dalam video tersebut.

Perjalanan panjang di wilayah Tapanuli Tengah membuat warga Sibolga tidak mampu membawa seluruh bantuan logistik dalam satu kali perjalanan. Sebagian bantuan terpaksa ditinggalkan di tengah jalur pegunungan.

"Yang semalam kami tidak dapat, cuma kami jemput beras kami yang kami tinggalkan kemarin. Karena kami enggak sanggup bawanya," jelasnya.

Baca Juga: Petani Durian Tapanuli Tengah Bertahan Pascabanjir dan Longsor, Jalan Putus Tak Halangi Mereka Menjual Hasil Panen

Cuaca buruk semakin memperberat perjuangan warga Sibolga. Dalam kondisi hujan deras, mereka tetap nekat menembus hutan dan gunung demi membawa bantuan logistik ke keluarga yang menunggu di pengungsian Tapanuli Tengah.

"Semalam kami hujan-hujan. Pokoknya di jalan (gunung) itu kami lari-lari saja," tuturnya.

Ancaman longsor dan kondisi jalur yang licin membuat warga Sibolga harus bergerak cepat saat melintasi kawasan pegunungan di Tapanuli Tengah. Risiko tinggi itu tak terhindarkan demi memastikan bantuan logistik sampai ke lokasi tujuan.

Baca Juga: Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Perhatian Serius, BNPB Sebut Akses Terputus oleh Longsoran 50 Km!

"Mau bagaimana lagi, nyawa lebih penting," imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X