daerah

Longsor Tutup Jalur Tasikmalaya-Garut, Bus Penumpang Tergelincir di Salawu

Kamis, 5 Februari 2026 | 18:04 WIB
Pembersihan material longsor di bahu jalan kanan dari Tasikmalaya menuju Garut, di Kampung Citengek, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kamis (5/2/2026). (Dok. Tagana)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana tanah longsor di jalur utama penghubung Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Citengek, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari kedua arah.

Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup bahu jalan serta sebagian badan jalan. Akibatnya, kendaraan dari arah Tasikmalaya maupun Garut terpaksa berhenti dan menimbulkan antrean panjang.

Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan longsoran memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan lebar mencapai 30 meter. Kondisi tersebut cukup membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan besar.

Baca Juga: Longsor di Cisayong, Pipa Transmisi Air Minum Terputus 20 Meter

“Longsoran menutup bahu jalan dan sebagian jalur utama sehingga arus lalu lintas sempat terhenti. Kemacetan terjadi cukup panjang dari dua arah,” kata Jembar.

Situasi di lokasi semakin sulit setelah satu unit bus penumpang Karunia Bakti tergelincir ke bahu jalan sebelah kanan saat melintas dari arah Tasikmalaya menuju Garut. Bus tersebut diduga menghindari material longsor yang masih berada di badan jalan.

Bus Karunia Bakti tergelincir ke bahu jalan kanan saat melaju dari Tasikmalaya menuju Garut, di Kampung Citengek, Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kamis (5/2/2026). (Dok. Istimewa)

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang bus berhasil dievakuasi dengan aman, sementara petugas langsung melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: PAD Parkir Pasar Cikurubuk Disorot, Transparansi Retribusi Kota Tasikmalaya Dipertanyakan

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Perhubungan, PUPR Provinsi Jawa Barat, BPBD, TAGANA, DAMKAR, serta unsur terkait lainnya segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat.

Proses pembersihan material longsor dilakukan secara bertahap agar akses jalan dapat kembali digunakan.

“Alhamdulillah, berkat respons cepat tim di lapangan, jalan sudah bisa dilalui secara terbatas. Namun, penanganan masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tambahnya.

Baca Juga: Longsor Susulan Terjang Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Dua Rumah Terancam, Kerugian Capai Rp50 Juta

Halaman:

Tags

Terkini