Ini Alasan Pendidikan Demokrasi di SMK Islam Paniis Kabupaten Tasikmalaya

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Senin, 26 Januari 2026 | 08:57 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Arip Rachman, SE, MM dalam kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar di SMK Islam Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Arip Rachman, SE, MM dalam kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar di SMK Islam Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pendidikan demokrasi bagi generasi muda dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia di masa depan. Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan pendidikan demokrasi yang digelar di SMK Islam Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini menyasar pelajar SMA/SMK yang sebagian besar akan memasuki usia pemilih pemula pada pemilu mendatang. Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Arip Rachman, SE, MM, menekankan pentingnya literasi politik sejak dini agar generasi muda mampu berpartisipasi secara sadar, kritis, dan bertanggung jawab.

Menurut Arip, pemilih pemula memegang peran strategis dalam menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan publik ke depan. Karena itu, pemahaman mengenai demokrasi, hak pilih, serta etika politik menjadi bekal utama yang harus dimiliki pelajar.

Baca Juga: Irigasi Longsor dan Madrasah Rusak, Arip Rachman Serap Aspirasi Warga Jayamukti Leuwisari

“Setiap warga negara memiliki hak pilih yang dijamin undang-undang. Hak tersebut harus digunakan secara bijak, bukan karena tekanan, apalagi karena politik uang,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan pendidikan demokrasi ini bersifat edukatif dan netral. Peserta tidak diarahkan pada partai maupun figur politik tertentu, melainkan diberikan pemahaman tentang makna politik, mekanisme pemilu, serta pentingnya memilih berdasarkan visi, gagasan, dan integritas calon pemimpin.

Selain menyoroti peran pemilih pemula, Arip juga menyinggung tantangan demokrasi di era digital, terutama maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar di Padakembang, Arip Rachman Ajak Warga Aktif Dukung Pembangunan Infrastruktur

Menurutnya, pelajar perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang cerdas dan beretika. Generasi muda harus mampu memilah informasi dan menjaga persatuan,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Ridwan, berharap pemerintah semakin hadir dalam melindungi ruang digital dari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar, Arip Rachman Dorong Perbaikan Infrastruktur Demi Warga Sukarame

Sementara itu, Herman mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai mampu membuka wawasan pelajar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara.

“Pendidikan politik seperti ini penting agar pemilih pemula tidak apatis dan dapat berpartisipasi secara cerdas serta bertanggung jawab,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X