Mediapriangan.com - Penetapan Outlook Negatif Moodys terhadap perekonomian Indonesia dinilai bukan sekadar catatan lembaga pemeringkat, melainkan peringatan serius bagi arah Kebijakan Ekonomi nasional. Pandangan ini disampaikan Harris Turino, Ketua Kelompok Fraksi PDI Perjuangan di Komisi XI DPR RI.
Menurut Harris Turino, keputusan Moody’s Investor Service menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif mencerminkan menurunnya kepercayaan pasar terhadap konsistensi Kebijakan Ekonomi yang dijalankan pemerintah.
Harris Turino menegaskan bahwa sinyal tersebut harus dibaca sebagai alarm dini, bukan dianggap remeh.
Baca Juga: Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Tasikmalaya Disorot DPRD, Penanganan Dinilai Belum Optimal
“Penurunan outlook ini merupakan alarm keras terhadap arah kebijakan ekonomi kita ke depan. Apa yang disampaikan Moody’s bukan hanya soal angka, tetapi soal kredibilitas dan konsistensi kebijakan yang menurun,” ujar Harris Turino.
Ia menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam laporan Outlook Negatif Moody’s adalah lemahnya prediktabilitas kebijakan.
Ketidaksinkronan antara perencanaan dan implementasi Kebijakan Ekonomi, menurutnya, dapat menimbulkan keraguan di kalangan investor dan pelaku pasar dalam jangka panjang.
Selain itu, Harris Turino juga menyoroti aspek tata kelola yang disebut mulai menunjukkan tekanan. Ia menilai, kekuatan ekonomi nasional tidak cukup hanya bertumpu pada besarnya pasar, melainkan harus ditopang oleh institusi yang kokoh dan kredibel agar dampak Outlook Negatif Moody’s tidak semakin melebar.
“Ekonomi kita besar, tetapi institusi yang kuat adalah penopang utama. Tanpa itu, risiko volatilitas pasar bisa meningkat, dan kepercayaan investor bisa terkikis,” kata Harris Turino.
Dalam pandangannya, ekspansi fiskal yang agresif perlu diimbangi penguatan penerimaan negara. Tanpa keseimbangan tersebut, Kebijakan Ekonomi justru berpotensi memperlebar defisit anggaran dan mempersempit ruang fiskal, sebuah risiko yang turut disorot dalam Outlook Negatif Moodys.
Baca Juga: Aksi Anang Kurniawan, Pedagang Temanggung Bikin Robot Racik Minuman yang Bikin Anak Sekolah Takjub
Ia juga menyinggung isu Danantara serta ketidakjelasan koordinasi fiskal dan moneter yang dinilai menambah lapisan ketidakpastian ekonomi. Kondisi ini, menurut Harris Turino, membuat konsistensi Kebijakan Ekonomi semakin penting untuk segera diperbaiki.