Meski begitu, Harris Turino mengingatkan bahwa laporan Outlook Negatif Moody’s tidak sepenuhnya bernada suram.
Moodys masih mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen, defisit fiskal yang terjaga, serta rasio utang yang relatif kompetitif.
“Outlook negatif harus kita jadikan momentum introspeksi kebijakan. Disiplin, transparansi, dan konsistensi adalah kunci agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan berkeadilan,” kata Harris Turino.***